Bumi Perkemahan Rancaupas Tempat Kemping di Kabupaten Bandung yang Selalu Bikin Kangen Pengunjung untuk Kembali

Menyaksikan matahari terbit dengan pemandangan hamparan padang savana dan pegunungan yang hijau membentang menjadi kesenangan tersendiri bagi para wisatawan di Bumi Perkemahan Rancaupas di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung.

Bumi Perkemahan Rancaupas Tempat Kemping di Kabupaten Bandung yang Selalu Bikin Kangen Pengunjung untuk Kembali
Bumi Perkemahan Rancaupas di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung ini terbilang pelopor wisata camping di kawasan objek wisata Bandung Selatan. Bumi perkemahan seluas 500 an hektar ini menyuguhkan panorama alam yang menakjudkan. Hamparan padang savana membentang di hadapan mata dengan landscape pegunungan menambah keindahan tempat itu. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Menyaksikan matahari terbit dengan pemandangan hamparan padang savana dan pegunungan yang hijau membentang menjadi kesenangan tersendiri bagi para wisatawan di Bumi Perkemahan Rancaupas di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung.

Bumi Perkemahan Rancaupas di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung ini terbilang pelopor wisata camping di kawasan objek wisata Bandung Selatan. Bumi perkemahan seluas 500 an hektar ini menyuguhkan panorama alam yang menakjudkan. Hamparan padang savana membentang di hadapan mata dengan landscape pegunungan menambah keindahan tempat itu. Maka tak heran jika wisatawan yang sengaja datang dan berkemah di tempat ini tak pernah surut.

"Sudah empat kali saya dan kawan-kawan kemping di Bumi Perkemahan Rancaupas ini. Pemandangannya luar biasa saat pagi melihat sunrice. Udara sejuk pengunungan juga bikin nyaman dan betah," kata Reti (22) salah seorang pengunjung asal Jakarta yang sengaja berkemah di Bumi Perkemahan Rancaupas di Kabupaten Bandung untuk mengisi waktu liburannya.

Menariknya, kata Reti, selain sebagai tempat berkemah, di Buper Rancaupas ini juga terdapat beberapa wahana wisata alam yang membuat pengunjung tidak bosan. Diantaranya ada taman Rusa, dimana pengunjung yang datang bisa langsung berinteraksi dengan Rusa-rusa yang memang jinak dan menggemaskan. Pengunjung juga bisa memberi makan rusa-rusa itu dengan pakan yang disediakan oleh pengelola.

"Seru bisa foto-foto dan kasih makan rusa. Terus disini juga ada kolam renang air panasnya, jadi tak cuma kemping saja, tapi sekaligus berendam air panas," ujarnya. 

Sedangkan, Asisten Manager Site Rancaupas Subarno membenarkan jika Bumi Perkemahan Rancaupas ini adalah pionir bumi perkemahan di kawasan objek wisata alam Bandung Selatan. Kata dia, komplek Bumi Perkemahan Rancaupas ini luasnya kurang lebih 500 hektare. 

Namun yang telah dimanfaatkan sebagai Buper dan berbagai wahana lainnya kurang lebih 30 hektar. Daya tampung Bumi Perkemahan Rancaupas di semua blok ini kurang lebih 1.000 tenda dengan berbagai ukuran. 

"Selain tempat kemping, kami juga ada wahana lain untuk menunjang aktivitas wisata. Yakni taman rusa dengan koleksinya lebih dari 70 ekor rusa. Rusa yang ada di taman ini adalah jenis rusa timorensis berasal dari Papua dan dilindungi. Kemudian ada juga wahana kolam renang air panas, memanah, flying fox dan ATV," ujarnya.

Selain dikunjungi oleh wisatawan, tempat ini juga seringkali dijadikan spot foto dan video bagi pasangan yang akan menikah atau biasa disebut prewedding. Pasangan yang akan menikah ini, ingin mengabadikan pernikahan mereka dengan latar padang savana, pegunungan juga berpoto dengan rusa-rusa yang lucu menggemaskan. 

Subarna melanjutkan, untuk menyambut musim libur Natal dan tahun baru 2025 ini, pihaknya melakukan beberapa persiapan. Karena memang, musim libur Natal dan Tahun Baru adala masa "panennya" bagi para pelaku usaha jasa wisata seperti ditempatnya itu. 

"Kami ada beberapa persiapan, diantaranya perbaikan kolam pemandian air panas dan lainnya. Intinya kami ingin membuat pengunjung yang datang itu betah dan nyaman, sehingga saat meninggalkan Bandung Selatan itu mereka punya kesan yang bagus serta menyenangkan," katanya.

Dikatakan Subarna, sepanjang 2023 lalu, objek wisata alam Buper Rancaupas ini dikunjungi kurang lebih 300 ribu. Sedangkan untuk 2024 ini ia belum melakukan pendataan total jumlah kunjungan wisatawan. Namun yang dirasakannya, ada penurunan kunjungan ketimbang 2023 lalu. Ia menduga turunnya kunjungan ini dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi.

"Semua wahana wisata yang kami sediakan adalah luar ruangan. Kalau hujan yah repot, dan sepanjang tahun ini banyak hujannya," katanya.

Untuk berkunjung ke tempat ini, ada dua tiket yang disediakan pengelola. Jika hanya berkunjung tiketnya Rp25 ribu per orang. Sedangkan untuk pengunjung yang kemping, harga tiketnya Rp40 ribu per orang.


Editor : Doni Ramdhani