Bupati Kulon Progo Ingatkan Siswa Jauhi Judi Online

Bupati Kulon Progo Ingatkan Siswa Jauhi Judi Online
KUNJUNGAN KERJA: Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengingatkan siswa bahaya judol dalam kunjungan kerja di SMP Negeri 3 Kokap, Senin (5/10).

INILAH, Kulon Progo - Sekolah semestinya menjadi tempat anak-anak tumbuh tanpa rasa takut. Di sana, buku dan pelajaran membuka jalan menuju masa depan, sementara lingkungan yang aman memberi ruang bagi mereka untuk berkembang.

Namun, jalan menuju masa depan itu tidak selalu mudah. Di luar ruang kelas, siswa berhadapan dengan berbagai godaan dan ancaman, mulai dari judi online, paparan paham radikal, hingga perundungan.

Pesan itulah yang disampaikan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan saat menyambangi SMP Negeri 3 Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin.

Di hadapan para siswa dan guru, Agung kembali mengingatkan ikrar bersama pelajar se-Kabupaten Kulon Progo yang dideklarasikan pada akhir 2025. Ikrar tersebut menjadi komitmen bersama untuk menolak judi online, paham radikal, serta aksi perundungan.

“Kita semua sudah melakukan satu ikrar, dan untuk itu Pemerintah Kabupaten Kulon Progo hadir untuk mencegah serta memberikan pemahaman kepada kalian semua,” kata Agung, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (5/10).

Judi online menjadi salah satu perhatian utama. Agung meminta para siswa tidak mencoba-coba aktivitas tersebut karena dampaknya dapat menjalar jauh melampaui kerugian uang.

Ia menyoroti risiko terhadap keberlanjutan bantuan pendidikan. Perangkat seluler yang terintegrasi dengan data kependidikan, menurutnya, dapat memicu pencabutan hak penerimaan bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Peringatan juga diberikan terhadap paparan paham radikal. Agung mengingatkan siswa agar tidak mudah terpengaruh pemikiran yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Di sisi lain, sekolah juga harus menjadi ruang yang bebas dari perundungan. Tidak boleh ada siswa yang kehilangan rasa aman hanya karena perbedaan, baik dalam pergaulan maupun kehidupan sehari-hari di sekolah.

Agar energi para pelajar tidak terseret ke hal-hal negatif, Agung mendorong mereka mengisinya dengan berbagai kegiatan positif. Olahraga, seni budaya, organisasi kepemudaan, hingga penguatan keagamaan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan diri.

Perhatian Pemkab Kulon Progo tidak berhenti pada pesan moral. Keberlanjutan pendidikan juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah, termasuk bagi siswa berprestasi maupun mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. (gin)


Editor : Inilahkoran