Cara Kwarcab Pramuka KBB Berikan Pesan untuk Menjawab Tantangan di Era Digitalisasi Melalui Pesan Tersirat

Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Bandung Barat (KBB) punya cara tersendiri untuk menjawab tantangan di era transformasi digital.

Cara Kwarcab Pramuka KBB Berikan Pesan untuk Menjawab Tantangan di Era Digitalisasi Melalui Pesan Tersirat

INILAHKORAN, Ngamprah - Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Bandung Barat (KBB) punya cara tersendiri untuk menjawab tantangan di era transformasi digital.

Salah satunya melalui pesan yang tersirat melalui sebuah puisi yang langsung dibacakan Ketua Kwarcab Pramuka KBB, Ludi Awaludin.

Di hadapan para anggotanya, Ludi yang juga Kepala Satpol PP KBB itu membacakan sebuah puisi karya Taufik Ismail berjudul 'Kerendahan Hati'.

Bait demi bait, puisi tersebut dibawakan Ludi dengan penuh penghayatan di hadapan peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kurus Pembima Pramuka Tingkat Lanjutan (KML) di SDN Cipatik 1.

"Saya ingin menyampaikan kepada peserta (KMD/KML) agar bisa rendah hati, jadilah seseorang yang tahu dengan versinya," kata Ludi mengupas tentang puisi yang dibacakannya tersebut, saat membuka resmi pelaksanaan KMD ke -60 dan KML ke-6 tersebut.

"Tidak harus menjadi orang lain, kalau memiliki potensi, maka kembangkanlah potensi itu sebaik-baiknya," ujarnya.

Tak cuma itu, Ludi pun mengungkapkan sejumlah pesan lainnya, yakni mengingatkan mereka untuk ikhlas dalam menjalankan segala sesuatu. Apalagi, berkaitan dengan kegiatan kepramukaan yang menuntut jiwa sosial.

"Yang paling penting dalam melakukan kegiatan kepramukaan adalah rela. Dan tunjukkanlah apa yang didapat dari kursus," kata Ludi.

Tak cuma itu, Ludi juga mengungkapkan tentang kegiatan kepramukaan yang cukup membantu pengalihan aktivitas dampak era digitalisasi.

Menurutnya, perkembangan gadget tak hanya mendukung atau mempermudah akses informasi dan komunikasi. Namun dampak buruknya, justru melampaui kebutuhan itu.

"Di era seperti ini saya mengamati, ternyata Pramuka bisa mengurangi gadget.
Gadget memang menjadi daya dukung urusan kerjaan, tapi kadang gadget dijadikan teman hidup," tuturnya.

Ludi juga menilai, melalui kegiatan kepramukaan hal-hal tersebut bisa terhindarkan. Oleh karena itu, dirinya berharap para peserta KMD/ KML pasca mengikuti kegiatan ini bisa lebih intens lagi memberikan pembinaan pada anggota Pramuka sesuai tingkatannya.

Sementara, Ketua Puslitbang Kwarcab Pramuka KBB, Acep Jamjani menambahkan, kegiatan KMD/ KML yang diselenggarakan kali ini diinsiasi oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Cihampelas.

Acep menyebut, KMD ke-60 ni diikuti oleh 38 peserta, sedangkan KML ada 37 peserta yang berasal dari KBB dan beberapa daerah lainnya.

"Alhamdulilah KMD dan KML ini cukup diminati juga. Pesertanya tidak hanya dari Bandung Barat saja, tapi ada juga dari luar daerah seperti Kabupaten Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Subang dan Cianjur," jelasnya.

Kegiatan KMD tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka KBB, Kak Ludi Awaludin, didampingi Ketua Harian Kak Yeyet Sri Mulyanawati, Ketua Kapuslitbang Kak Acep Jamjani, Waka Bidang Bina Muda Kak Dadan Sa'dan serta sejumlah pelatih , termasuk pengurus Kwarcab Pramuka KBB lainnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti