Cara Unik Warga Desa Cikidang Lembang Syukuri Rampungnya Perbaikan Jalan Rusak
Warga Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) punya cara unik untuk mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan jalan di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Warga Desa Cikidang, Kecamatan lembang, Kabupaten Bandung Barat (kbb) punya cara unik untuk mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan jalan di wilayahnya.
Dengan beralaskan tikar puluhan warga menghidangkan berbagai menu makanan yang beragam, lengkap dengan nasi liwet. Mereka saling berbagi dan mencicipi makanan yang diolah masing-masing warga.
Bukan tanpa alasan, hal itu mereka lakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan YME, serta pihak yang telah berkontribusi memperbaiki jalan yang menjadi sarana utama mereka agar roda perekonomian bisa berjalan dengan lancar.
"Kondisi jalan desa sepanjang 27 kilometer di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprihatinkan," kata Kepala Desa Cikidang, Heri saat ditemui, Minggu 21 September 2025.
Menurutnya, kerusakan jalan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, telah menghambat aktivitas warga, terutama para petani yang mayoritas berprofesi sebagai petani sayur. Bahkan, dana desa tidak mencukupi untuk memperbaiki seluruh kerusakan jalan.
"Dengan panjang jalan desa sekitar 27 kilometer dan kondisinya rusak, dana desa tidak akan cukup untuk memperbaikinya," ujarnya.
Namun, jalan tersebut kini telah diperbaiki melalui bantuan Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys yang memungkinkan perbaikan jalan desa yang sebelumnya rusak berat.
"Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari Pak Dewan Pither, jalan desa yang sebelumnya rusak berat bisa diperbaiki. Ini adalah angin segar bagi masyarakat untuk beraktivitas, terutama karena mayoritas warga kami adalah petani," imbuhnya.
Heri menuturkan, para petani dan pengangkut sayur yang setiap hari melewati jalan tersebut. "Perbaikan jalan ini sangat membantu mereka dalam mengangkut hasil pertanian," tuturnya.
Saat ini, perbaikan jalan desa sudah mencapai 70 persen. Dari 11 RW yang ada di Desa Cikidang, 9 RW di antaranya sudah merasakan perbaikan jalan.
Selain itu, program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) juga telah membantu membangun empat unit rumah di desa tersebut.
"Dengan potensi perekonomian yang besar, terutama dari sektor pertanian sayuran, Desa Cikidang berupaya untuk menangkap kebutuhan pasar yang lebih luas," ungkapnya.
"Perbaikan infrastruktur jalan ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas dan meningkatkan daya saing produk pertanian Desa Cikidang," tandasnya.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat, Pither Tjuandys, mengungkapkan bahwa perbaikan jalan ini berawal dari kegiatan reses yang dilakukannya.
"Jika tidak salah, enam bulan yang lalu saya melakukan reses sesuai dengan undang-undang bahwa Dewan harus kembali kepada masyarakat untuk mendengarkan aspirasi," ujar Pither.
Saat itu, jelas Pither, masyarakat Kampung Cikareumbi RW 04 menyampaikan kebutuhan mendesak akan perbaikan jalan yang menjadi sarana pendukung ekonomi warga yang 90 persen berprofesi di sektor pertanian.
"Saya hadir di sini dan masyarakat mengajukan bahwa jalan yang ada di wilayah ini perlu mendapat perhatian," lanjut Pither.
"Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penganggaran sebesar Rp200 juta dan berhasil direalisasikan dalam waktu tiga minggu terakhir," imbuhnya.
Pither menjelaskan, pemilihan rabat beton untuk perbaikan jalan sepanjang 205 meter ini bukan tanpa alasan. "Kalau kita melakukan hotmix, kasihan saluran airnya belum memadai, artinya pemborosan anggaran kalau dilakukan hotmix," terangnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
