Ridwan Kamil Beberkan Sebab Prabowo-Gibran Menang di Bali

Sudah menjadi rahasia umum, bila Provinsi Bali merupakan basis suara PDI Perjuangan. Siapapun calon presiden yang diusung, sejatinya selalu menang telak di Pulau Dewata tersebut.

Ridwan Kamil Beberkan Sebab Prabowo-Gibran Menang di Bali

INILAHKORAN, Bandung - Sudah menjadi rahasia umum, bila Provinsi Bali merupakan basis suara PDI Perjuangan. Siapapun calon presiden yang diusung, sejatinya selalu menang telak di Pulau Dewata tersebut.

Namun anomali terjadi pada Pilpres 2024, dimana pasangan yang diusung PDI Perjuangan yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD babak belur di Bali, yang notabene kantung suara andalan partai berlambang banteng.

Ketua TKD Prabowo-Gibran Jawa Barat Ridwan Kamil membeberkan, ada hal menarik yang dialaminya ketika mengunjungi Bali dan mencari tahu alasan lebih dalam penyebab kalahnya pasangan Ganjar-Mahfud disana.

Ternyata, kalahnya Ganjar-Mahfud di Bali dan akhirnya dimenangkan oleh pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, lantaran adanya kekecewaan masyarakat ketika debat capres-cawapres berlangsung.

Dimana kata masyarakat Bali, Ganjar terang-terangan merendahkan Presiden Joko Widodo dan Prabowo selaku Menteri Pertahanan. Hal ini sambung Emil, sapaan Ridwan Kamil membuat masyarakat Bali tidak terima.

"Saya datang ke Pulau Bali, ini cerita ya, saya datang ke Pulau Bali, ini cerita ya, saya tanya kok bisa 03 kalah di Pulau Bali? Jawabannya, saya tanya ke sopir taksi, jawabannya terjadi putar balik keyakinan gara-gara di debat ada golongan yang memberi nilai rendah kepada presiden kita, betul?," ujar Emil saat acara buka bersama TKD Jabar di Hotel Horison, Kota Bandung, pada Sabtu 23 Maret 2024.

Dia melanjutkan, masyarakat Bali kurang senang terhadap pribadi yang menjelekkan orang lain. Apalagi orangtua maupun pimpinan, terlebih pemerintah.

"Kata orang Bali, Pak, ngomongin orang tua aja udah pamali apalagi menjelek-jelekkan. Itulah pertolongan Allah," ucapnya.

Emil pun menambahkan, bahwa ada empat doa yang akan dikabulkan oleh Allah, salah satunya adalah doa yang dipanjatkan oleh orang yang dizalimi. Maka dari itu, dia mengingatkan kepada siapa saja agar lebih berhati-hati dalam bertutur kata terutama ketika berdebat terkait politik.

"Pelajarannya apa? Lain kali kepada anak cucu kita kalau berdebat urusan politik maka fokus pada visi dan misi, fokus pada solusi bangsa, fokus pada program, bukan menjelek-jelekkan lawan," tuturnya.

Alangkah lebih baik lanjut Emil, debat politik yang digelar fokus pada visi misi dan solusi tiap calon. Dengan begitu, kualitas demokrasi di Indonesia akan semakin baik.

"Fokus saja demokrasi atau kampanye yang berlomba-lomba dalam solusi dan kebaikan, itu doa saya kepada bangsa ini," ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan pengumuman KPU RI pasangan Prabowo-Gibran menang di 36 provinsi di Indonesia. Lalu, pasangan Anies-Muhaimin menang di dua provinsi. Sementara itu, Ganjar-Mahfud tak menang di provinsi mana pun.

Di Bali, Prabowo-Gibran memperoleh 1.454.640 suara, Anies-Muhaimin memperoleh 1.127.134 suara, dan Anies-Muhaimin memperoleh 99.233 suara. (Yuliantono)


Editor : JakaPermana