Realisasi FLPP Jabar Tertinggi Nasional, 40 Ribu Rumah Terbangun dan Target 2025 Bidik 100 Ribu Unit
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2025 mencapai 80–100 ribu unit rumah. Hingga September ini, sudah terealisasi sekitar 40 ribu unit, tertinggi di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2025 mencapai 80–100 ribu unit rumah. Hingga September ini, sudah terealisasi sekitar 40 ribu unit, tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, backlog perumahan nasional masih mencapai 9,6 juta rumah tangga, sementara di Jawa Barat tercatat 2,1 juta keluarga belum memiliki rumah.
Menteri Perumahan dan Kawasan PermukimanbMaruarar Sirait menyebut, pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp130 triliun untuk Kredit Program Perumahan (KUR Perumahan) dengan target realisasi FLPP nasional sebesar 350.000 unit. Dari angka tersebut, sekitar 30 persen diperuntukkan bagi Jawa Barat.
Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman mengatakan, berbagai langkah dilakukan Pemprov untuk mengurangi backlog, mulai dari optimalisasi KPR FLPP, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), hingga sinergi dengan CSR swasta.
“Realisasi KPR FLPP di Jabar hari ini sudah menembus 40 ribu unit, tertinggi di Indonesia. Pak Gubernur dan Pak Menteri berharap bisa didorong sampai 80–100 ribu unit karena semakin banyak semakin bagus,” kata Herman dikutip Minggu 21 September 2025.
Herman menyebut, Bank BJB ditargetkan menjadi pionir dengan minimal 10 ribu unit rumah. Saat ini, sudah 6 ribu unit difasilitasi KPR oleh bank milik Pemprov Jabar tersebut. Selain itu, BSPS tahun ini menyasar 6 ribu unit rumah dengan nilai bantuan Rp120 miliar.
Tak hanya itu, program CSR juga ikut mendorong penyediaan rumah, seperti kerja sama dengan Buddha Suci yang merehabilitasi 2 ribu unit rumah. “CSR di Jabar nilainya Rp30–50 juta per unit, tergantung kondisi rumah,” jelas Herman.
Ia menambahkan, kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui program KUR Perumahan memberi efek domino besar, tidak hanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga bagi ekosistem perumahan. “Pembangunan satu rumah bisa menyerap lima pekerja. Kalau target 100 ribu unit tercapai, ada potensi 500 ribu tenaga kerja terserap, sementara pengangguran kita masih 1,6 juta,” ujarnya.
Herman menegaskan Pemprov Jabar akan terus memperkuat ekosistem perumahan, dari APBN, APBD, CSR, hingga pinjaman kredit, yang semuanya dibalut dalam program nasional 3 juta rumah. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti
