Cari Solusi untuk Biskita Trans Pakuan, Pemkot dan DPRD Kota Bogor Segera Temui Kemenhub
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari berkomunikasi dengan DPRD Kota Bogor untuk mencari solusi Biskita, hal itu dilakukan agar masyarakat Kota Bogor bisa kembali menikmati layanan Biskita Trans Pakuan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari berkomunikasi dengan DPRD Kota Bogor untuk mencari solusi Biskita, hal itu dilakukan agar masyarakat Kota Bogor bisa kembali menikmati layanan Biskita Trans Pakuan.
Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor akan menemui Kementrian Perhubungan (Kemenhub) perihal kelanjutan subsidi Biskita Trans Pakuan dari pemerintah pusat.
"Kami saat bulan April 2024 sudah menemui BPTJ dan tidak menyetujui adanya penghentian subsidi Biskita Trans Pakuan. Pemkot Bogor dan Komisi II dan Komisi III DPRD Kota Bogor akan berkoordinasi menemui Kemenhub soal Biskita Trans Pakuan di Kota Bogor," kata Hery, Minggu 12 Januari 2025.
Hery melanjutkan, soal Biskita Trans Pakuan hasil koordinasi yang terakhir, beritanya kemarin masih ada kelanjutannya untuk subsidi. Kemarin ada berita teknologi yang dilelang, kemudian informasi nya pengelolaannya sedang dilelang.
"Tapi kami belum menerima kabar resmi, terkahir, kami menerima informasi ada rakor di tingkat internal Kemenhub. Tapi kabar resminya belum kami terima apakah berlanjut atau bagaimana," terangnya.
Hery menjelaskan, tentunya tugas Pemkot Bogor mencari solusi-solusi. Perlu disampaikan juga bahwa Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor sudah berupaya keras sejak dirinya menjabat disini.
"Terkait ada informasi adanya pemberhentian subsidi yang dipercepat dari sebelumnya tahun 2026, menjadi tahun 2025. Namun, kondisi saat itu RKPD sudah ditetapkan, saya bongkar ternyata belum ada rencana kami siap, rencana lebih berat karena sudah masuk KUAPPAS RAPBD. Pembicaraan disitu mengahasilkan apa yang kita saksikan sekarang," jelasnya.
"Saya kira itu bagian dari proses yang baik, tapi intinya adalah kita tahun 2025 belum dalam kesiapan untuk ambil alih. Kalaupun ada kesiapan kami belum maksimal, begitu ya. Dalam sisi jumlahnya, kalau seandainya tahun 2026 saja, kami akan lebih siap. Kami komunikasi juga dengan Wali Kota Bogor terpilih, pemerintah pusat kami belum dapat kabar resminya, kalau kabar yang belum resmi belum bisa diinformasikan ke publik," tambah Hery.
Hery membeberkan, mohon dipahami juga, Biskita Trans Pakuan ini kerjasama Kemenhub dengan pihak ketiga, dalam hal ini PT Kojari di Kota Bogor, karena lelang pengelolaan oleh mereka.
"Sehingga sopir, karyawan berhubungannya dengan Kojari dan Kemenhub. Namun kami tetap mencari solusi karena yang menerima manfaat adalah masyarakat Kota Bogor. Solusi darurat dan solusi jangka panjang," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
