Cegah Penyebaran Influenza A, Disdik KBB Keluarkan Arahan Pencegahan di Sekolah

Disdik KBB mengintensifkan langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan potensi penularan penyakit influenza A di lingkungan sekolah.

Cegah Penyebaran Influenza A, Disdik KBB Keluarkan Arahan Pencegahan di Sekolah
Disdik KBB menganjurkan setiap peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan yang sedang sakit atau menunjukkan gejala influenza untuk tetap beristirahat di rumah sampai benar-benar pulih. (ilustrasi/dok)

INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengintensifkan langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan potensi penularan penyakit influenza A di lingkungan sekolah.

Kebijakan itu dilakukan menyusul meningkatnya perhatian terhadap pergerakan kasus penyakit saluran pernapasan di wilayah tersebut, untuk melindungi puluhan ribu peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah.

"Memandang kondisi saat ini, sudah menjadi kewajiban bersama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya gejala infeksi saluran pernapasan, baik berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri badan, rasa lemas, maupun tanda-tanda lain yang mengarah pada influenza," kata Kepala Disdik KBB Imam Santoso MR, Senin (5/10/2026).

Pihaknya juga menganjurkan setiap peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan yang sedang sakit atau menunjukkan gejala influenza untuk tetap beristirahat di rumah sampai benar-benar pulih. 

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar aturan, namun upaya perlindungan dan pemulihan yang lebih cepat sekaligus memutus rantai penularan di lingkungan sekolah yang padat interaksi.

"Kami tegaskan, tidak boleh ada tekanan maupun sanksi bagi peserta didik yang tidak masuk sekolah dikarenakan sakit, selama ketidakhadirannya disampaikan oleh orang tua atau wali sesuai prosedur yang berlaku," imbuhnya.

Tak cuma itu, Imam juga menyoroti kelompok yang paling rentan, yaitu warga satuan pendidikan yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi kesehatan tertentu. 

Dia juga meminta perhatian ekstra dari setiap sekolah karena risiko komplikasi akibat infeksi saluran pernapasan dapat meningkat signifikan bagi kelompok ini. Setiap sekolah diharapkan memetakan dan memantau kondisi kesehatan warga sekolah secara lebih teliti tanpa melanggar privasi.

"Apabila seseorang bergejala namun tetap harus berada di lingkungan sekolah karena alasan tertentu, pemakaian masker wajib dilakukan," ujarnya. 

"Peserta didik diimbau untuk segera melaporkan setiap keluhan kesehatan kepada guru atau petugas sekolah begitu gejala dirasakan, agar penanganan dapat dilakukan sejak dini," sambungnya.

Setiap Kepala Satuan Pendidikan, ungkap Imam, diminta untuk menjalankan edukasi kesehatan secara berkelanjutan kepada peserta didik, orang tua, serta seluruh warga sekolah. 

Penyampaian informasi harus dilakukan dengan tenang, akurat, dan meyakinkan tanpa menimbulkan kepanikan, sekaligus tanpa menciptakan stigma negatif terhadap siapa pun yang sedang sakit.

"Dalam menyelenggarakan pembelajaran, sekolah wajib mengutamakan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta keberlangsungan pendidikan," ujarnya.

"Pelaksanaan kegiatan harus dapat menyesuaikan dengan kondisi kesehatan warga sekolah, sehingga proses belajar tetap berjalan efektif namun tetap aman bagi semua pihak," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani