Cegah Pungli dan Narkoba, Lapas Narkotika Cirebon Terapkan Sistem Transaksi Nontunai

Untuk menghindari terjadinya Pungli, Lapas Narkotika Cirebon meluncurkan PAS-KODE

Cegah Pungli dan Narkoba, Lapas Narkotika Cirebon Terapkan Sistem Transaksi Nontunai
Petugas saat menunjukkan layanan PAS-KODE di Lapas Narkotika Cirebon, Jawa Barat. ANTARA

INILAHKORAN.ID - Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon resmi menerapkan metode transaksi Pembayaran Aman Sistem Kupon dan Barcode (PAS-KODE). 

Inovasi ini diterapkan guna mencegah praktik pungutan liar (Pungli), pemalakan, serta penyelundupan barang terlarang dengan menghapus total peredaran uang tunai di dalam lapas.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon Machda Landasnya, menyatakan kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi dan komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari handphone, pungli, dan narkoba (Halinar).

Ia menegaskan, uang tunai kini sama sekali tidak lagi berlaku di seluruh blok hunian dan posisinya digantikan oleh kupon khusus.

"Sistem ini tidak hanya melindungi warga binaan dari praktik utang-piutang ilegal, tetapi juga menutup rapat celah pungli bagi oknum petugas," ujar Machda di Cirebon seperti dikutip dari Antara, Senin (27/7/2026).

Machda menambahkan, penerapan PAS-KODE turut mendukung upaya pembangunan zona integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Narkotika Cirebon, Lukman Viky, menjelaskan bahwa keberadaan uang fisik selama ini kerap menjadi pemicu timbulnya pelanggaran keamanan, terlebih saat kondisi lapas mengalami kelebihan kapasitas (overcrowded).

"Keberadaan uang tunai di dalam lapas kerap menjadi urat nadi yang memfasilitasi terjadinya pelanggaran keamanan. Kondisi lapas yang sangat padat membuat pengawasan secara manual menjadi terbatas," ungkap Lukman.

Menurut Lukman, uang fisik sangat rentan disalahgunakan untuk praktik pemalakan antarwarga binaan hingga menjadi alat transaksi penyundupan barang haram, termasuk narkoba. Oleh karena itu, PAS-KODE dirancang sebagai sistem transaksi tertutup (closed-loop payment) agar rupiah fisik tak lagi bernilai di area hunian.

Untuk menjamin keamanannya, kupon transaksi dilengkapi dengan barcode yang terhubung langsung ke basis data pusat, serta ditambah fitur pengaman Invisible UV Ink (tinta ultraviolet) demi mencegah pemalsuan.

Setiap transaksi wajib melewati mekanisme verifikasi ganda (double authentication), yang mencakup pemindaian barcode, pemeriksaan tinta ultraviolet, hingga pencocokan identitas warga binaan.

"Mekanisme berlapis ini membuat kupon sangat sulit dipalsukan maupun disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak," tambahnya.

Seluruh alur penyetoran dana dari keluarga warga binaan kini juga dipusatkan melalui loket Bebas Peredaran Uang (BPU), dengan batas saldo dan belanja harian yang diatur secara otomatis oleh sistem.

Melalui PAS-KODE, pengolahan keuangan warga binaan diharapkan menjadi lebih modern, aman, transparan, dan berintegritas, sekaligus mempersempit ruang gerak praktik pungli dan peredaran barang terlarang.


Editor : Ahmad Sayuti