Cetak Hattrick ke Gawang Persib, Amido Balde Tetap Pasrah
Striker Persebaya Surabaya, Amido Balde menjadi mimpi buruk bagi Persib Bandung. Striker asal Guinea-Bissau ini berhasil menciptakan hattrick dari empat gol yang bersarang di gawang Persib.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Surabaya - Striker Persebaya Surabaya, Amido Balde menjadi mimpi buruk bagi Persib Bandung. Striker asal Guinea-Bissau ini berhasil menciptakan hattrick dari empat gol yang bersarang di gawang Persib di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jumat (5/7/2019).
Tiga gol Balde masing-masing diciptakan di menit ke-34, 44, dan 58. Sementara satu gol tambahan lainnya diciptakan Irfan Jaya di menit ke-80.
Balde pun mengucapkan rasa syukur dengan hasil yang telah ditorehkan. Terlebih, selama ini dia kerap mendapatkan kritikan tajam dari Bonek karena performanya yang dinilai menurun.
Namun di laga melawan Persib, pemilik nomor punggung 9 ini seakan mendapatkan ajang pembuktian dengan menorehkan tiga gol.
"Saya memberikan segalanya untuk gol yang saya ciptakan, terima kasih untuk suporter dan Persebaya, saya tahu sepak bola hanya masalah waktu. Malam ini saya mencetak gol, ke depan saya tidak tahu, tapi ini hidup saya jadi terima kasih untuk semuanya," ungkap Balde seusai pertandingan.
Selama ini, Balde memastikan sangat serius membela Persebaya. Tak hanya dalam latihan, namun juga dalam pertandingan ia selalu bermain maksimal.
"Saya datang ke sini untuk membantu Persebaya dan juga untuk keluarga. Coach (Djadjang Nurdjaman) meminta saya ke sini dan saya mau menunjukkan saya bisa," katanya.
Balde akui sempat meneteskan air mata karena tidak bisa memberikan yang terbaik untuk Persebaya selama kesulitan mencetak gol.
"Ketika saya tidak bisa mencetak gol saya menangis karena banyak yang sudah berusaha membantu saya untuk mencetak gol," bebernya.
Balde mencoba bangkit dari keterpurukan hingga bisa mencetak gol bagi Persebaya tepat saat melawan Persela Lamongan dan Persib Bandung.
"Saya juga tahu Bonek tetap mendukung saya, karena kalau tidak mereka tidak akan menyapa saya lagi. Saya selalu coba memberikan lebih dan mengucapkan terima kasih untuk itu. Tapi sekarang saya menyerahkan hidup saya kepada Tuhan," tegasnya. (Muhammad Ginanjar)
Editor : suroprapanca

