INILAH, Garut- Selain masih terus berupaya melakukan pembersihan material longsor yang menutupi ruas lintas jalan Kampung Pasirluhur Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan, Pemkab Garut segera melakukan pengkajian mencarikan jalur alternatif.
Pasalnya, di sekitar ruas lintasan jalan kabupaten menghubungkan wilayah Cikajang-Pamulihan arah Desa Cisandaan dengan Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan tersebut sering terjadi longsor.
"Ada masukan dari Camat untuk alternatif jalan baru karena titik jalan ini setiap tahun tejadi longsor. Di lokasi, bersama dengan Kabid Binamarga, Kasi Jembatan, dan UPT Pamulihan, kita bahas kemungkinan jalan alternatif. Kita akan kaji secara seksama," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut Luna Avriantini, Jumat (5/3/2020).
Untuk sekarang, ujarnya, pihaknya masih sedang fokus memprioritaskan membuka jalan, dan normalisasi sungai yang tertutup akibat longsor terjadi pagi itu.
Luna menyebutkan, pihaknya sudah menurunkan alat berat guna membersihkan material longsoran dari badan jalan. Namun, hingga kini baru setengahnya berhasil disingkirkan. Sehingga jalur jalan masih belum dapat dilintasi kendaraan.
Longsor terjadi sekitar pukul 05.30 WIB dari titik longsor pada lahan PTPN VIII Kebun Teh Papandayan dengan luas sekitar dua hektare. Hal itu terjadi dipicu hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Kamis (4/3/2020).
Longsoran tanah setelah 2,8 meter sepanjang 60 meter pun menutupi badan jalan serta jembatan di bawahnya. Sehingga masyarakat tak bisa mengaksesnya. Bukan hanya pengendara roda empat maupun roda dua, melainkan bahkan juga pejalan kaki.
Peristiwa tersebut juga mengakibatkan sejumlah sekolah diliburkan sementara. Antara lain SMPN 1 Pamulihan, dan SMKN 13 Garut.(zainulmukhtar)