Dadang Supriatna Dorong Paguron Pencak Silat Dapat Dukungan Anggaran
Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong dukungan anggaran bagi paguron pencak silat serta pembinaan di sekolah untuk melestarikan budaya Sunda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong penguatan pembinaan pencak silat melalui dukungan anggaran bagi paguron yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Langkah ini dilakukan untuk melestarikan seni budaya Sunda sekaligus mengembangkan pencak silat sebagai olahraga masyarakat dan sarana pembinaan generasi muda.
Dadang meminta Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung mendampingi paguron dalam melengkapi persyaratan administrasi, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dengan begitu, pembinaan dan dukungan pemerintah terhadap paguron dapat berjalan lebih optimal.
Menurut Dadang, paguron yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan mengantongi izin dari Dinas Kebudayaan harus memperoleh dukungan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Apabila sudah ada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang sudah ditertibkan dan izin dari Dinas Kebudayaan sudah diterbitkan, maka wajib hukumnya Dinas Kebudayaan untuk menganggarkan kepada para paguron tersebut,” kata Dadang di Soreang, Senin (12/10/2026).
Selain memperkuat pembinaan di tingkat lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung juga membuka peluang menjadi tuan rumah Pagelaran Pencak Silat Nasional. Dadang menyatakan, Kabupaten Bandung siap menggelar kegiatan tersebut dengan melibatkan seniman, pesilat, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, pagelaran berskala nasional itu harus dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya.
“Kita siap untuk jadi tuan rumah Pagelaran Pencak Silat Nasional di Kabupaten Bandung. Nanti kita kemas seperti apa sehingga ini ada empat manfaat,” ujarnya.
Dadang berharap kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi bagi seniman dan pesilat dari berbagai daerah. Selain itu, keterlibatan UMKM diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, sekaligus membuka kesempatan bagi pesilat Kabupaten Bandung untuk menguji kemampuan dan meraih prestasi di tingkat nasional.
“Kami akan dorong secara maksimal supaya pelaksanaan pagelaran yang akan digelar secara nasional itu bisa dilaksanakan di Kabupaten Bandung,” katanya.
Dadang menegaskan, pengembangan pencak silat tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar olahraga masyarakat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan warga.
Hal tersebut sejalan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 yang berlangsung pada hari yang sama.
“Bukan hanya basa-basi atau slogan, tapi olahraga masyarakat ini yang harus kita pupuk dan harus kita bina,” tegasnya.
Untuk memperluas jangkauan pembinaan, Dadang juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mendorong kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kemampuan bela diri. Olahraga tradisional tersebut juga dapat menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepercayaan diri generasi muda.
“Minimal untuk menjaga diri sendiri,” ujarnya.
Pemkab Bandung berharap penguatan administrasi paguron, dukungan anggaran, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional, serta pembinaan pencak silat di sekolah dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, pencak silat tidak hanya terjaga sebagai warisan seni dan budaya Sunda, tetapi juga berkembang sebagai olahraga masyarakat yang melahirkan generasi berkarakter dan berprestasi.***
Editor : JakaPermana
