Dedi Mulyadi Jamin Warga Jabar Berobat Gratis Kelas 3 di 100 Rumah Sakit
Pemprov Jabar memperluas jaminan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, melalui kerja sama dengan lebih dari 100 rumah sakit negeri dan swasta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar memperluas jaminan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, melalui kerja sama dengan lebih dari 100 rumah sakit negeri dan swasta.
Langkah ini memungkinkan warga Jabar memperoleh layanan pengobatan, termasuk di sejumlah rumah sakit rujukan nasional di Jakarta, dengan biaya perawatan kelas 3 secara gratis.
Kebijakan tersebut disepakati dalam pertemuan Pemprov Jabar bersama 27 pemerintah kabupaten/kota di Kota Depok, Rabu (7/10/2026), yang difokuskan pada percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik dalam tiga tahun mendatang.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, penguatan sektor kesehatan menjadi salah satu agenda prioritas yang dijalankan secara terintegrasi oleh pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.
“Hari ini saya di Kota Depok. Kita berkumpul dengan para bupati dan wali kota se-Provinsi Jawa Barat, untuk melakukan percepatan langkah pembangunan infrastruktur, layanan di bidang kesehatan, layanan di bidang pendidikan, layanan percepatan pemerintahan agar efektif dalam tiga tahun ke depan,” ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Rabu (7/10/2026).
Melalui jaringan yang telah dibangun, masyarakat tidak lagi bergantung pada fasilitas kesehatan di daerah asalnya. Pasien dapat mengakses rumah sakit yang tergabung dalam kerja sama, baik di Jawa Barat maupun di luar provinsi, sesuai kebutuhan pelayanan medis.
Dedi memastikan, pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan bagi pasien yang menjalani perawatan kelas 3 di rumah sakit mitra.
“Nanti berobat ke seluruh rumah sakit ini asal di kelas 3. Dijamin pembayarannya,” ucapnya.
Menurut Dedi, jaminan tersebut juga berlaku bagi warga Jawa Barat yang sedang berada di Jakarta. Mereka dapat langsung mendatangi rumah sakit yang telah bekerja sama tanpa khawatir mengenai biaya pengobatan.
“Bagi warga Jabar yang di Jakarta kalau sakit tinggal datang ke rumah sakit-rumah sakit tadi, jangan ragu. Pemerintah daerah dan provinsi bertanggung jawab terhadap pengobatannya,” katanya.
Adapun rumah sakit yang masuk dalam jaringan layanan tersebut antara lain RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RSPAD Gatot Soebroto, RS Mata Cicendo, rumah sakit jiwa, hingga RS Paru Cisarua.
Dedi mengungkapkan, kerja sama itu melibatkan lebih dari 100 pimpinan rumah sakit. Kehadiran jaringan layanan kesehatan lintas daerah tersebut diharapkan mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan layanan spesialis dan subspesialis.
“Kalau sakit paru bisa diobati, jantung bisa diobati, liver bisa diobati,” ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani

