Dukung Pemerintah Program Sektor Perumahan, bank bjb Sosialisasikan KPP

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) terus memperkuat komitmennya mendukung program pemerintah di sektor perumahan.

Dukung Pemerintah Program Sektor Perumahan, bank bjb Sosialisasikan KPP
Untuk itu, bank bjb memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha melalui kegiatan sosialisasi kredit program perumahan (KPP) dan rumah subsidi. (antara)

INILAHKORAN.ID - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) terus memperkuat komitmennya mendukung program pemerintah di sektor perumahan.

Untuk itu, bank bjb memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha melalui kegiatan sosialisasi kredit program perumahan (KPP) dan rumah subsidi.

"Kegiatan kali ini digelar di Aula Oman Syahroni, Perkantoran Pemda Kabupaten Subang, menjadi bagian dari upaya bank bjb untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai fasilitas pembiayaan perumahan dan kredit produktif," kata Corporate Secretary bank bjb Irwan Riswandi dikutip dari Antara, Rabu (7/10/2026). 

Menurutnay, sosialisasi juga menegaskan posisi bank bjb sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan yang berkelanjutan bagi pelaku usaha di sektor produktif.

Sosialisasi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat program pembiayaan produktif bersubsidi salah satu instrumen yang diperkenalkan KPP, di mana KPP memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan termasuk bagi masyarakat yang menjalankan usaha berbasis tempat tinggal.

Berdasarkan data portofolio bjb KPR Sejahtera FLPP sampai dengan 4 Oktober 2026, Bank BJB mencatat total portofolio sebanyak 41.383 debitur (NoA) dengan outstanding sebesar Rp4,935 triliun.

Per periode Januari hingga Oktober 2026, Bank BJB telah merealisasikan pencairan FLPP sebanyak 2.492 debitur, dengan total plafon pencairan sebesar Rp404,98 miliar dan outstanding pencairan sebesar Rp399,40 miliar.

"Selain FLPP, bank bjb juga menjadi mitra pemerintah dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) khusus di Kabupaten Subang program ini mencakup 1.327 penerima bantuan," kata Irwan.

Program BSPS menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman, kehadiran program hingga ke tingkat desa menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan manfaat yang nyata dan tepat sasaran.

Selain itu, lanjutnya, program bedah rumah juga membantu menggerakkan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan Toko Bangunan dan tukang bangunan setempat sebagai pemasok bahan bangunan dan pekerja bangunan dalam penyelesaian proses renovasi rumah tersebut.

bank bjb turut mendukung kelancaran penyaluran program bedah rumah melalui dukungan sistem dan layanan yang dirancang untuk memudahkan para penerima bantuan dalam mengakses layanan perbankan dan bertransaksi secara mudah dan nyaman.

Dimana mekanisme tersebut dimulai dari proses validasi data penerima bantuan, pembukaan rekening secara terpusat, pemantauan status transaksi, hingga monitoring penyaluran dana secara terintegrasi.

Sampai dengan September 2026, bank bjb turut menyalurkan program bedah rumah ke lebih dari 25 ribu penerima bantuan dan melalui kolaborasi pemerintah, perbankan serta seluruh pihak terkait.

"Program Bedah Rumah Tahun 2026 diharapkan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menghadirkan hunian yang lebih layak sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera," kata Irwan.

Dukungan terhadap BSPS memperlihatkan bahwa peran bank bjb dalam ekosistem perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat.

"Dengan demikian program perumahan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat," kata Irwan.

Sementara bank bjb juga terus memperkuat perannya sebagai salah satu bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP) sejak 2025, dimana KPP yang disalurkan terbagi menjadi dua layanan, KPP Supply dan KPP Demand.

KPP Supply diarahkan kepada pelaku usaha yang berada dalam rantai penyediaan perumahan, meliputi developer atau pengembang perumahan, jasa konstruksi, serta toko material atau bangunan.

Skema tersebut memberikan dukungan pembiayaan bagi sektor usaha yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan ekosistem perumahan, KPP Demand menyasar masyarakat pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli, membangun, atau memperbaiki rumah tinggal yang juga berfungsi sebagai tempat usaha.

Skema itu sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan tempat tinggal sebagai bagian dari aktivitas usahanya, melalui berbagai skema tersebut, Bank BJB berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Integrasi antara pembiayaan perumahan dan sektor produktif diharapkan dapat menciptakan manfaat yang lebih luas, karena rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga.


Editor : Doni Ramdhani