Dedi Mulyadi Janji Bantu Bangun Kembali Ponpes Babakan Ciwaringin di Cirebon
Pemprov Jabar memastikan akan membantu Ponpes Kebon Melati Baru di Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon dalam revitalisasi usai mengalami musibah kebakaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar memastikan akan membantu Pondok Pesantren Kebon Melati Baru di Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon dalam revitalisasi usai mengalami musibah kebakaran.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyatakan, langkah pertama yang dilakukan adalah menghitung secara rinci tingkat kerusakan bangunan dan kebutuhan pemulihan di lingkungan pesantren. Pendataan tersebut menjadi dasar penentuan bantuan yang akan diberikan pemerintah daerah.
"Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terbakarnya Ponpes Babakan Ciwaringin," ujar Dedi, Kamis (8/10/2026).
Guna mempercepat proses pemulihan, Dedi menugaskan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Jabar Andrie Kustria Wardana turun langsung ke lokasi guna melakukan verifikasi dan inventarisasi kerusakan.
Menurutnya, hasil identifikasi di lapangan akan menjadi acuan dalam menyusun dukungan pembangunan kembali fasilitas pesantren yang terdampak kebakaran.
"Untuk memulihkan pesantren tersebut, kami sudah meminta Kepala Biro Kesra Pemprov Jabar untuk berkunjung, selanjutnya mengidentifikasi, sehingga kita bisa men-support terbangunnya kembali pesantren yang terbakar," ucapnya.
Dedi menegaskan, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pemulihan bangunan, tetapi juga pada kondisi para santri dan pengasuh pesantren yang terdampak musibah tersebut.
Dia pun menyampaikan doa dan dukungan moral kepada seluruh keluarga besar pesantren, agar tetap kuat menghadapi cobaan yang terjadi.
"Salam untuk seluruh keluarga besar Pesantren Babakan Ciwaringin, semoga dalam keadaan sehat. Semoga kebakaran bisa tertangani oleh kita bersama," katanya.
Kebakaran diketahui terjadi pada Minggu (4/10/2026) malam, di lantai empat gedung Pondok Pesantren Kebon Melati Baru. Api menghanguskan sejumlah perabot serta barang milik santri yang berada di lokasi.
Beruntung, upaya pemadaman yang dilakukan petugas bersama warga berhasil mengendalikan kobaran api sebelum menjalar lebih luas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan.
Editor : Doni Ramdhani
