Deteksi Dua Siklon, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Seluruh Wilayah Indonesia Selama 3 Hari

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam 2-3 hari ke depan

Deteksi Dua Siklon, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Seluruh Wilayah Indonesia Selama 3 Hari
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Seluruh Wilayah Indonesia Selama 3 Hari

INILAHKORAN - Badan, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam 2-3 hari ke depan. Diperkirakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia.  

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini disebabkan oleh terbentuknya bibit siklon tropis baru. Fenomena tersebut diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.  

BMKG juga mendeteksi keberadaan siklon tropis Tahlia dan Vince di Samudera Hindia bagian selatan. Selain itu, dalam 24 jam terakhir, muncul bibit siklon tropis 92W yang terpantau di Samudera Pasifik Barat, sebelah utara Papua Barat.

"Berdasarkan analisis tim meteorologi BMKG terbaru, siklon tropis Vince kini telah bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Tetapi tidak berpengaruh terhadap dinamika cuaca di tanah air," ujar Guswanto.

Sementara itu, lanjutnya, siklon tropis Taliah masih terdeteksi berada di Samudera Hindia selatan. Atau sekitar 92 kilometer di barat daya Cilacap, Jawa Tengah.

Siklon tropis Tahlia diperkirakan tetap aktif dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan ke arah barat semakin menjauhi wilayah Indonesia. Namun masih berpotensi menyebabkan hujan sedang yang disertai dengan angin kencang di pesisir selatan Banten-Jawa Timur.

Di sisi lain, ia menambahkan, bibit siklon baru yakni 92W di Samudera Pasifik barat diprediksi masih konsisten. Sehingga, berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah Papua barat daya, Papua Barat, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Hal ini, menurut Guswanto, juga berdampak pada tinggi gelombang laut di perairan Indonesia. Karenanya, masyarakat di pesisir dan pafa nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan.

"Sistem tersebut juga berdampak meningkatkan ketinggian gelombang hingga mencapai 2,5 meter di Laut Maluku. Seperti, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Perairan Halmahera, Laut Halmahera, serta perairan utara Papua barat daya-Papua," ujarnya.

BMKG pun mengingatkan dalam 2-3 hari ke depan masyarakat pesisir, nelayan dan operator transportasi laut agar waspada. Sebab, diprediksi terjadi cuaca ekstrem yang bisa membahayakan keselamatan.

"Saat hujan deras terjadi maka masyarakat di sekitar aliran sungai ataupun perbukitan juga waspadai longsor dan banjir. Penting untuk memperhatikan tanda-tanda awal seperti munculnya retakan tanah dan rembesan air," katanya.


Editor : Firda Rachmawati