Detik-Detik Awan Panas Semeru Turun Saat Erupsi, Warga Diteriaki Malah Sibuk Rekam Video
Viral detik-detik menegangkan saat warga mencoba meneriaki warga lain agar menjauh saat awan panas turun dari Semeru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Momen menegangkan terjadi saat Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur meletus pada Rabu, 19 November 2025.
Sebuah video yang viral di media sosial merekam detik-detik awan panas guguran meluncur deras melewati kawasan Jembatan Gladak Perak, sementara warga di sekitar lokasi berusaha menghindar.
Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram andreli_48, terlihat gumpalan awan panas berwarna kelabu pekat bergerak cepat dari arah puncak Semeru menuju lembah di bawah jembatan.
Situasi mendadak mencekam ketika beberapa orang berteriak lantang memperingatkan warga lain agar segera menyingkir dari lokasi yang dianggap rawan.
Namun, meski teriakan peringatan terus terdengar, sejumlah orang tetap nekat bertahan di pinggir jembatan. Mereka terlihat sibuk mengangkat ponsel dan merekam momen tersebut, alih-alih segera menghindar dari lokasi yang berpotensi terdampak awan panas.
Awan panas yang bergulung-gulung itu tampak menuruni lereng dengan kecepatan tinggi, membawa material abu pekat yang menutupi pandangan. Kawasan lembah dan vegetasi di sekitar jembatan tertutup asap putih kecokelatan hanya dalam hitungan detik.
Padahal, otoritas terkait seperti BNPB, Basarnas, dan Badan Geologi sebelumnya sudah menegaskan bahwa masyarakat harus menghindari alur sungai dan kawasan yang pernah dilalui aliran awan panas, terutama di sekitar Gladak Perak yang merupakan zona rawan Semeru.
Pihak berwenang kembali mengingatkan bahwa aktivitas merekam di zona bahaya tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga menyulitkan upaya evakuasi apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik mendadak.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level IV atau Awas. Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan terus melakukan patroli dan imbauan agar warga menjauhi area merah demi menjaga keselamatan.
Editor : Firda Rachmawati
