Pasutri Jatuh di Jembatan Gladak Perak Saat Awan Panas Semeru Turun, Alami Luka Bakar 20 Persen
Viral pasangan suami istri jatuh saat awan panas Semeru turun di Jembatan Gladak Perak
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Sepasang suami istri asal Kabupaten Kediri menjadi korban awan panas Gunung Semeru setelah terjatuh saat melintasi Jembatan Gladak Perak, Lumajang, pada Rabu malam 19 November 2025.
Keduanya mengalami luka bakar hingga 20 persen dan kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Pasirian untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa pasangan tersebut terjatuh dari motor ketika jalanan jembatan yang mereka lintasi mendadak licin dan tertutup abu panas akibat erupsi Semeru yang disertai luncuran awan panas guguran.
“Korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen setelah tergelincir di Jembatan Gladak Perak yang dipenuhi abu panas,” ujar Agus, Kamis 20 November 2025.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, motor yang dikendarai korban tidak mampu menjaga keseimbangan ketika abu panas dan material vulkanik menutupi permukaan jembatan. Kondisi gelap dan jarak pandang terbatas turut memperburuk situasi sehingga korban tidak sempat menghindar.
Meski mengalami luka cukup serius, proses penyelamatan dilakukan secara cepat. Petugas gabungan yang bersiaga di kawasan terdampak berhasil mengevakuasi pasangan tersebut sebelum situasi semakin berbahaya.
“Keduanya langsung mendapat penanganan awal di Puskesmas Candipuro sebelum akhirnya dirujuk ke RS Pasirian karena membutuhkan perawatan lebih intensif,” jelas Agus.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan kondisi korban, di mana tangan salah satu dari mereka tampak melepuh akibat paparan panas. Rekaman itu diambil tidak lama setelah proses evakuasi berlangsung di area Gladak Perak.
BPBD Lumajang kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan yang tertutup abu panas dan rawan licin. Aparat gabungan terus memantau jalur-jalur berbahaya untuk mencegah kecelakaan serupa.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi arahan petugas dan menjauhi zona berbahaya saat aktivitas vulkanik Semeru masih tinggi,” tegasnya.
Status Gunung Semeru hingga kini masih berada pada Level IV atau Awas, sehingga pergerakan warga di area terdampak harus dibatasi untuk menghindari potensi korban tambahan.
Editor : Firda Rachmawati
