Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 1,6 Km Dini Hari, Status Masih Siaga
Selain meluncurkan awan panas, Gunung Merapi tercatat 49 kali gempa guguran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat pada Senin 16 Maret 2026 dini hari. Gunung api aktif yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu tercatat dua kali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur hingga 1,6 kilometer.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, menjelaskan awan panas tersebut bergerak ke arah barat daya atau menuju alur Kali Krasak.
Peristiwa itu teramati selama periode pemantauan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
“awan panas guguran terjadi dua kali ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum sekitar 1.600 meter,” ujar Agus dalam keterangan resminya.
Aktivitas Seismik Masih Tinggi
Selain awan panas, BPPTKG juga mencatat sejumlah aktivitas kegempaan di tubuh Gunung Merapi. Dalam periode pengamatan yang sama, terjadi:
49 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–41 mm
14 kali gempa hibrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–30 mm
Aktivitas lava juga masih berlangsung cukup intens. Tercatat 20 kali guguran lava mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,8 kilometer.
Sementara itu, 13 kali guguran lava lainnya teramati mengarah ke Kali Sat atau Kali Putih dengan jarak luncur yang sama.
Asap Kawah Capai 500 Meter
Secara visual, kondisi puncak Merapi terlihat cukup jelas. Asap kawah berwarna putih dengan tekanan lemah terpantau membumbung setinggi sekitar 500 meter di atas puncak.
Cuaca di kawasan sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 17,2 hingga 19,2 derajat Celsius.
Kubah Lava Mengalami Perubahan
Dalam laporan aktivitas mingguan BPPTKG periode 6–12 Maret 2026, disebutkan bahwa morfologi kubah lava di sektor barat daya mengalami perubahan akibat aktivitas guguran lava yang terus terjadi.
Namun, kubah lava yang berada di bagian tengah gunung tidak menunjukkan perubahan bentuk yang signifikan.
Berdasarkan analisis foto udara pada 20 Februari 2026, volume kubah lava barat daya Merapi diperkirakan mencapai sekitar 4,04 juta meter kubik, sementara volume kubah tengah tercatat sekitar 2,36 juta meter kubik.
Status Gunung Merapi Masih Siaga
Meski aktivitas vulkanik masih berlangsung, BPPTKG menyatakan status Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau tetap waspada serta mengikuti rekomendasi resmi dari otoritas pemantauan gunung api.
Editor : Firda Rachmawati

