Dianggap Penjahat Mirip Conor McGregor di UFC, Ilia Topuria: Saya Ini Orang Baik

Ilia Topuria dicap sebagai antagonis di UFC layaknya Conor McGregor.

Dianggap Penjahat Mirip Conor McGregor di UFC, Ilia Topuria: Saya Ini Orang Baik
Ilia Topuria dicap sebagai antagonis di UFC layaknya Conor McGregor.

INILAHKORAN, Bandung- Ilia Topuria muncul sebagai bintang baru di UFC. Namun, karena mulut 'racunnya' dia kini dicap sebagai antagonis.

Ilia Topuria kerap bicara serampangan namun sebagian pengamat UFC menganggap itu sebagai sebuah kepercayaan diri tinggi.

Ilia Topuria yang kini menatap duel perebutan sabuk juara kelas ringan UFC melawan Charles Oliveira, beberapa kali melontarkan komentar-komentar pedas terutama kepada Islam Makhachev, sang raja pound for pund.

Namun, UFC ataupun dunia MMA secara keseluruhan kerap menampilkan dua sosok berbeda, pahlawan dan penjahat. 

Seperti Khabib Nurmagomedov, mantan juara tak terkalahkan kelas ringan UFC yang dicintai penggemar karena kerendahan hatinya.

Di sisi lain, Conor McGregor ataupun Colby Covington pun punya banyak penggemar dengan gayanya yang urakan serta bicara semaunya.

Topuria, mendapati dirinya dalam situasi yang persis seperti Conor McGregor ataupun Colby Covington.

Mantan juara kelas bulu UFC keturunan Georgia-Spanyol ini akhir-akhir ini digambarkan sebagai orang jahat. Namun, ia tidak pernah meminta peran itu. 

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, ketika ditanya apakah ia senang berperan sebagai penjahat, Topuria memberikan jawaban yang cukup jujur ​​yang mungkin mengejutkan sebagian orang.

“Saya lebih suka menjadi orang baik karena memang begitulah saya. Namun, butuh waktu lebih lama bagi orang untuk menyadari bahwa saya bukanlah orang jahat,” ungkapnya dikutip dari Theplayoffnews.

Di mata Topuria, alasan mengapa para penggemar agak menentang Topuria bukanlah karena ia melakukan sesuatu yang sangat jahat atau kontroversial. 

Ia tidak pernah ditangkap, ia tidak menjelek-jelekkan keluarga orang lain, dan ia tidak pernah tertangkap dalam skandal besar apa pun. 

"Kejahatannya" adalah mengalahkan dua petarung yang paling dicintai di divisi kelas bulu. Pertama, ia mengalahkan Alexander Volkanovski, yang telah menjadi raja divisi tersebut selama bertahun-tahun. 

Kemudian ia mengalahkan Max Holloway, yang bisa dibilang petarung paling tangguh di seluruh kelas berat. Ketika Anda mengalahkan petarung favorit penggemar, terutama dengan cara yang brutal, orang-orang mulai memandang Anda dengan sinis.

Baik Volkanovski maupun Holloway telah membangun banyak pengikut selama karier mereka. Volk adalah raja pound-for-pound yang tampaknya tak terkalahkan di kelas bulu. 

Holloway adalah juara rakyat yang selalu membawa kegembiraan dan tidak pernah mundur dari siapa pun. 

Mereka bukan sekadar juara, mereka adalah tokoh-tokoh yang dicintai yang memiliki hubungan emosional dengan para penggemar. 

Kini, Topuria bakal menghadapi juara 'rakyat' lainnya yakni Charles Oliveira dalam perebutan sabuk juara kelas ringan di UFC 317.

Pertarungan Oliveira melawan sang mantan juara kelas ringan, itu berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, 28 Juni 2025 mendatang.***


Editor : Bsafaat