Dibatasi 200 Orang per Hari, Ratusan Pegawai non-ASN Padati Labkesmas KBB untuk Jalani MCU PPPK Paruh Waktu
Ratusan pegawai non-ASN memadati kawasan Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa 26 Agustus 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ratusan pegawai non-ASN memadati kawasan Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa 26 Agustus 2025.
Sejak pagi, mereka sudah mengambil nomor antrean untuk bisa menjalani medical check up (MCU) bagi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang dilaksanakan mulai 21-29 Agustus 2025.
"Alhamdulillah kalau saya udah ikut MCU untuk PPPK Paruh Waktu di hari Kamis 21 Agustus 2025 di Labkesmas," kata salah seorang pegawai non-ASN, Mita (27) yang tengah menunggu hasil MCU saat ditemui di lokasi, Selasa 26 Agustus 2025.
Tak hanya tes kesehatan biasa, ungkap Mita, para peserta MCU juga harus melalui psikotes atau tes tertulis dengan mengerjakan 567 soal dalam kurun waktu dua jam.
"Jadi di MCU ini kita dites urin, kesehatan fisik dan psikotes yang isinya 567 soal dalam waktu 2 jam. Soalnya berkaitan dengan keluarga, narkotika dan lainnya," sebutnya.
Di hari pertama MCU, Mita menuturkan, dirinya datang ke Labkesmas pada pukul 09.00 WIB dan langsung mendapatkan nomor antrean.
"Jadi pas masuk dipanggil, langsung ikut setiap tes dan ujian sampai selesai sekitar pukul 14.00 WIB," ujarnya.
Menurut Mita, jumlah peserta yang mengikuti MCU hari ini cenderung lebih sedikit lantaran sudah mulai dibatasi sebanyak 200 orang per hari.
"Kalau Jumat kemarin peserta MCU bisa mencapai 600 orang lebih. Kalau waktu saya gak terlalu banyak. Bahkan, di hari Rabu sudah ada yang mengikuti MCU," imbuhnya.
Mita mengaku, kedatangannya ke Labkesmas hari ini untuk mengambil hasil MCU yang telah dilaksanakan Kamis lalu. "Untuk yang tes MCU tanggal 19-20 Agustus 2025 hasilnya bisa diambil Senin 25 Agustus 2025. Sedangkan yang 21-22 Agustus 2025 bisa diambil hari ini," ucapnya.
"Jadi hasil MCU itu bisa diambil sekitar 3-5 harian," imbuhnya.
Ditanya soal besaran biaya MCU, Mita mengaku cukup memberatkan lantaran dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp515.000 untuk MCU di Labkesmas.
"Lumayan berat tapi mau gimana lagi. Kalau di RSUD MCU itu sekitar Rp530.000," katanya.
Lebih lanjut Mita menuturkan, dirinya optimistis bisa lolos seleksi PPPK Paruh Waktu meski sebelumnya sempat tidak lolos seleksi PPPK.
"Awalnya sempat pesimis pasrah karena sebelumnya tidak ada seleksi PPPK. Karena ada lagi PPPK awal tahun ikut lagi, tapi tetap enggak lolos," ujarnya.
Sekarang, lanjut Mita, dirinya mencoba peruntungan untuk mengikuti tes PPPK Paruh Waktu dengan harapan ada perubahan.
"Saya coba lagi dan mudah-mudahan lolos. Mudah-mudahan juga ada kenaikan gaji dari sebelumnya," ucapnya.
Sebagai informasi, kriteria pegawai non-ASN yang memenuhi syarat PPPK Paruh Waktu adalah pegawai non-ASN yang terdaftar dalam pangkalan data BKN yang telah mengikuti seleksi CPNS TA 2024 namun tidak lulus, atau telah mengikuti seluruh tahapan seleksi PPPK TA 2024 namun tidak dapat mengisi lowongan kebutuhan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, total pegawai non-ASN yang masuk dalam usulan PPPK Paruh Waktu jumlahnya sekitar 5.800 pegawai. Terdiri dari tenaga teknis ( termasuk yang di sekolah), tenaga kesehatan dan tenaga guru.
Mereka yang diusulkan menjadi calon PPPK Paruh Waktu adalah pegawai kategori R2 dan RT yaitu, peserta yang sudah masuk data base BKN, ikut seleksi PPPK/CPNS tapi tidak bisa mengisi formasi.
Kemudian, ada pula R4 yaitu peserta tidak masuk data base masa kerja minimal 2 tahun, ikut seleksi PPPK namun tidak bisa mengisi formasi.
Editor : Doni Ramdhani
