Mangkir saat MCU, Tiga Dewan Terpilih di KBB Gunakan Joki untuk Persyaratan Pelantikan
Padahal, MCU yang dilakukan hanya tiga tahapan pemeriksaan, yakni cek fisik, tes urine, tes rohani, jasmani, dan wawancara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan sebagai pusat pelayanan kesehatan yang ditunjuk.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Entah apa yang yang ada dibenak 3 dari 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang baru terpilih pada Pemilu 2024 lalu.
Alih-alih datang untuk mengecek kondisi kesehatannya, 3 orang anggota DPRD KBB terpilih ini malah mangkir dan menggunakan joki saat melakukan medical check up (MCU) sebagai persyaratan sebelum pelantikan.
Padahal, MCU yang dilakukan hanya tiga tahapan pemeriksaan, yakni cek fisik, tes urine, tes rohani, jasmani, dan wawancara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan sebagai pusat pelayanan kesehatan yang ditunjuk.
Adanya 3 anggota DPRD KBB terpilih yang menggunakan joki saat MCU tersebut dibenarkan Direktur Utama RSUD Cikalongwetan, Wisnu Pramulo.
"Benar ada tiga orang anggota DPRD terpilih menjalani MCU dengan jasa orang lain. Tapi ini sudah clear dan diselesaikan," kata Wisnu, Kamis 11 Juli 2024.
Wisnu menjelaskan, pelaksanaan MCU tersebut sebenarnya telah dilakukan sekitar pekan lalu. Adanya joki anggota DPRD KBB itu terungkap setelah tim medis melihat perbedaan foto KTP dan wajah orang yang dites.
Kendati demikian, lantaran dikhawatirkan bakal ada masalah di kemudian hari, pihak rumah sakit pun berkoordinasi dengan pengurus partai untuk klarifikasi.
"Akhirnya ketiga anggota dewan tersebut datang untuk melakukan MCU ulang," ucapnya.
"Kita minta datang lagi untuk periksa MCU dari awal. Alhamdulillah kemarin selesai, ketiga dewan ini hasil MCU nya juga lolos," ujarnya.
Koordinator Humas RSUD Cikalongwetan, Suherlan menyebut, kasus joki MCU anggota DPRD ini dilakukan oleh tim sukses dari anggota DPRD KBB bersangkutan.
"Awalnya ketahuan saat cek fisik dengan dokter di RSUD Cikalongwetan," kata Suherlan.
Kemudian, saat dilakukan pemeriksaan identitas, terdapat kejanggalan karena foto di KTP tidak sesuai dengan wajah asli.
"Saat cek identitas (alamat dan nomor NIK), joki tersebut merasa bingung. Dokter melihat bahwa foto di KTP dan aslinya berbeda," sambungnya.
Tak hanya itu, kejanggalan lain yang terungkap saat joki tersebut menolak menandatangani berita acara pernyataan dan segera meninggalkan tempat.
"Saat diminta tanda tangan, joki tersebut tidak mau menandatangani dan pergi begitu saja," katanya.***
Editor : Ahmad Sayuti


