Diminta Segera Pindah, Pemkot Bandung Siap Bantu Relokasi Warga di Sepanjang Sungai
Pemkot Bandung untuk kesekian kalinya kembali mengimbau, warga yang tinggal di bantaran sungai segera pindah ke tempat yang lebih aman.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Bandung untuk kesekian kalinya kembali mengimbau, warga yang tinggal di bantaran sungai segera pindah ke tempat yang lebih aman.
Imbauan segera pindanh dari bantaran sungai ini disampaikan menyusul tingginya risiko bencana di daerah aliran sungai, serta banyaknya bangunan yang berdiri di sana tanpa izin resmi dari Pemkot Bandung.
“Pemkot tidak mungkin menggusur rakyatnya sendiri. Tapi kami sangat menghimbau agar warga mau pindah dari bantaran sungai karena sangat berbahaya,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Senin 26 Mei 2025.
Sebagai bentuk dukungan, pihaknya siap membantu proses relokasi warga yang bersedia. Bantuan berupa pencarian alternatif tempat tinggal, termasuk kemungkinan masuk ke Rusunawa sesuai ketersediaan unit dan antrean yang ada.
“Kalau memang bersedia, kita bantu. Bantuan seperti relokasi, kita akan carikan informasinya. Kalau ada tempat kosong di Rusunawa, kita masukkan. Kalau belum ada, kita lihat solusinya nanti,” ucapnya.
Farhan pun menyoroti, tinggal di bantaran sungai bukan berarti tanpa biaya karena sebagian besar warga tetap membayar kontrakan. Karenanya, warga didorong memindahkan kontrakan ke lokasi yang lebih aman.
“Kemampuan ekonomi saya yakin ada. Kalau sudah siap, kami akan bantu proses pengosongan seperti yang sudah berhasil dilakukan di kawasan Kelurahaan Maler, Kecamatan Batununggal,” ujar dia.
Ia menambahkan, beberapa wilayah bantaran yang menjadi perhatian antara lain berada di sepanjang Sungai Cikapundung, Sungai Arjuna, Sungai Citarip hingga Sungai Citepus.
"Pendekatan persuasif kepada warga, dan menjalin komunikasi terus kami lakukan. Upaya ini, merupakan bagian dari langkah jangka panjang kami untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib," tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti
