SDN 026 Bojongloa Masih Menumpang, Sejumlah Orang Tua Pilih Pindah Sekolah
Pembelajaran SDN 026 Bojongloa masih menumpang di sekolah lain, sebagian orang tua siswa memilih memindahkan anaknya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sejumlah orang tua siswa SDN 026 Bojongloa, memilih memindahkan anaknya ke sekolah lain selama masa pembelajaran berlangsung di SDN 148 Cibaduyut.
Keputusan itu, disebut berkaitan dengan kebutuhan orang tua mendapat kepastian dan kenyamanan belajar bagi anak.
Ketua Komite SDN 026 Bojongloa, Lina Herlina membenarkan, adanya siswa yang pindah sekolah. Perpindahan paling banyak terjadi pada siswa kelas bawah.
“Kalau masalah orang tua yang ada keinginan untuk memindahkan anaknya memang itu sudah terjadi, terutama di kelas bawah. Ada yang memindahkan anaknya ke sekolah lain,” kata Lina Herlina, Rabu (9/92026).
Dia memahami keputusan orang tua tersebut. Setiap keluarga memiliki pertimbangan masing-masing, termasuk kondisi pembelajaran sementara dan perubahan jam belajar selama menempati SDN 148.
“Kita enggak bisa mencegah karena mungkin mereka butuh kepastian. Saya yakin mungkin daripada enggak nyaman terus jam belajar berkurang, mereka pasti punya alasan sendiri untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain,” ucapnya.
Meski ada orang tua yang memilih pindah sekolah, Lina memastikan pembangunan sekolah baru bukan mengalami tarik ulur. Kepastian target penyelesaian, sudah disampaikan langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
“Pembangunan enggak tarik ulur. Pak wali sudah menegaskan, diakhir tahun sudah siap pakai,” ujar dia.
Lina berharap, kehadiran gedung baru nantinya dapat memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi siswa. Peluang sekolah baru, dinilai menjadi salah satu sekolah yang bisa dijadikan percontohan.
“Rencananya mau dibangun sekolah dengan fasilitas yang lebih baik daripada yang sudah ada. Mungkin siapa tahu bisa menjadi sekolah percontohan ke depannya,” jelasnya.
Dia juga berharap, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat diperkuat selama proses pembangunan berlangsung. Komunikasi dua arah, dinilai penting agar orang tua mendapat informasi yang jelas dan tidak muncul asumsi berbeda.
“Mungkin nanti ada pejabat, terkait yang berhubungan langsung dengan masyarakat yang akan memfasilitasi supaya komunikasinya dua arah. Jadi tidak sepihak, dan tidak punya asumsi masing-masing,” tutur dia.
Bagi orang tua yang memilih tetap bertahan, Lina menambahkan komite akan mengikuti kebijakan pemerintah dan Dinas Pendidikan (Disdik).
"Kami berharap, masa transisi ini dapat berjalan dengan baik sampai sekolah baru selesai dan kembali digunakan," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

