Sengketa Lahan, Siswa SDN 026 Bojongloa Pindah Belajar ke SDN 148
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengalihkan KBM SDN 026 Bojongloa ke SDN 148 dengan sistem rotasi jam belajar selama sengketa lahan berlangsung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN 026 Bojongloa untuk sementara dialihkan ke gedung SDN 148. Kebijakan tersebut menjadi solusi sementara di tengah persoalan sengketa lahan sekolah.
Farhan menjelaskan, pemindahan KBM akan menggunakan sistem rotasi jam belajar agar siswa dari kedua sekolah tetap dapat mengikuti pembelajaran di gedung yang sama.
"Terkait pemindahan kegiatan belajar-mengajar ke SDN 148, nantinya siswa SDN 148 yang selama ini masuk siang akan menjadi masuk pagi. Sementara siswa dari SDN 026 akan masuk siang di gedung yang sama," kata Farhan di Polrestabes Bandung, Senin (10/8/2026).
Sekolah Diminta Sosialisasikan Perubahan Jadwal
Untuk memastikan proses pemindahan berjalan lancar, Farhan meminta kedua pihak sekolah segera melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen sekolah.
Sosialisasi tersebut mencakup siswa, orang tua atau wali murid, serta para guru yang terdampak perubahan jadwal belajar.
"Maka, kedua kepala sekolah harus melakukan sosialisasi kepada siswa, orang tua siswa, serta para guru. Insyaallah, dalam tiga minggu ke depan semuanya bisa berjalan lancar," ujarnya.
Sistem rotasi tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pendidikan siswa SDN 026 Bojongloa sekaligus memastikan kegiatan belajar siswa SDN 148 tetap berjalan.
Pemkot Bandung Siapkan Sekolah Baru
Di tengah pengalihan sementara KBM, Pemkot Bandung juga terus mematangkan pembangunan fasilitas sekolah baru di kawasan Cibaduyut Kidul.
Farhan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memastikan hak anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan tetap terpenuhi meskipun terdapat persoalan terkait lahan sekolah.
"Sambil kita pastikan pembangunan di Cibaduyut Kidul tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena bagaimanapun juga, saya mesti membuat sebuah pilihan yang baik. Saya akan pasang badan untuk akses pendidikan," tegas Farhan.
Menurutnya, keberlangsungan pendidikan anak menjadi salah satu prioritas yang tidak boleh terganggu akibat persoalan lahan.
Pemkot Tetap Perhatikan Aspirasi Warga
Meski memastikan pembangunan fasilitas pendidikan tetap berjalan, Farhan mengatakan Pemkot Bandung tetap akan memperhatikan aspirasi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan sekolah baru.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persoalan lingkungan. Pemerintah ingin pembangunan sekolah dapat berjalan tanpa menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga sekitar.
"Tetapi saya juga akan menjaga komitmen agar pembangunan serta penyelenggaraan sekolah tersebut tidak kemudian menjadi sesuatu yang dikhawatirkan oleh warga," kata Farhan.
Ia menegaskan, kebutuhan pembangunan fasilitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan yang baik.
"Di mana masalah pengelolaan lingkungan harus tetap diseimbangkan dengan pemenuhan hak pendidikan anak-anak," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana


