Sekolah Kembali Normal Setelah Digembok, Nasib Siswa SDN 026 Bojongloa Masih Menunggu
SDN 026 Bojongloa Kota Bandung kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar setelah sebelumnya sempat digembok.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - SDN 026 Bojongloa Kota Bandung kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar setelah sebelumnya sempat digembok. Meski aktivitas siswa mulai normal, kekhawatiran penggembokan ulang masih membayangi pihak sekolah dan orang tua.
Kepala SDN 026 Bojongloa Agus Mohamad Fajari mengatakan, proses belajar hari ini sudah berjalan seperti biasa. Namun, pihaknya masih menyiapkan langkah lanjutan terkait rencana pemindahan siswa ke SDN 148 Cibaduyut secara bertahap.
"Seperti sekarang ini sudah biasa lagi. Ke depan, insya Allah hasil koordinasi sama pak wali untuk menyelamatkan siswa akan dipindahkan ke SDN 148 nanti secara bertahap," kata Agus Mohamad Fajari, Jumat (7/7/2026).
Menurutnya, rencana pemindahan tersebut masih harus melalui pembahasan bersama orang tua siswa termasuk dengan pihak sekolah tujuan. Langkah tersebut, dilakukan agar tidak muncul penolakan dari pihak lain.
"Belum tahu, kita akan rapat dulu dengan orang tua. Kemudian orangtua di sana juga (SDN 148) kita harus mengadakan rapat dulu, supaya tidak terjadi penolakan seperti halnya waktu di SDN 200 Leuwipanjang. Itu kan oran gtua sama orang tua," ucapnya.
Agus menambahkan, sosialisasi terkait kemungkinan pemindahan sudah mulai dilakukan. Pihak sekolah, berencana menggelar rapat bersama perwakilan orangtua siswa pada Senin mendatang untuk menentukan langkah berikutnya.
Guna mengantisipasi terjadinya penggembokan kembali, pemerintah juga menyiapkan pengamanan di sekitar sekolah. Dia menyebut, Satpol PP dan kepolisian akan dilibatkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
"Tadi pak wali sudah mengatakan, sekarang pak camat akan mengerahkan Satpol PP termasuk kepolisian untuk menjaga karena dikhawatirkan ada penggembokan lagi," ujar dia.
Sementara itu, sejumlah orangtua siswa mengaku lega karena kegiatan belajar kembali berjalan. Meski demikian, mereka tetap berharap ada solusi terbaik agar anak-anak tetap mendapatkan tempat belajar yang aman dan nyaman.
Orang tua siswa, Eva Agustaviani mengatakan tidak mempermasalahkan jika anaknya harus pindah sekolah selama proses belajar tetap berjalan.
"Rutinitasnya bisa normal lagi. Kalau pindah juga enggak masalah, jalan kaki masih bisa, naik angkot juga bisa. Yang penting anaknya bisa sekolah," kata Eva.
Namun, dia mengaku masih khawatir jika terjadi penggembokan kembali karena lokasi sekolah berada di kawasan jalan raya yang ramai. "Khawatir, apalagi kan di sini jalan raya. Kalau ada apa-apa anak-anak takutnya ada hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Hal senada disampaikan orangtua siswa lainnya, Irma Aprianti. Dia berharap, persoalan yang terjadi segera menemukan jalan keluar setelah adanya koordinasi dari pemerintah.
"Semoga ada jalan keluarnya ya. Pak Farhan sudah ke sini, semoga klarifikasinya membuahkan hasil bagi SDN 026 Bojongloa," kata Irma.
Dia mengaku sedih ketika sekolah sempat digembok dan anaknya harus kembali pulang. Menurutnya, anak-anak terutama siswa kelas awal membutuhkan kepastian untuk bisa belajar dengan tenang.
"Sedih banget anak saya pulang lagi. Anak nanya bagaimana ini sekolahnya tutup, kata saya sabar saja semoga ada jalan keluarnya," ucapnya.
Meski jarak menjadi pertimbangan, Irma mengaku tidak keberatan jika siswa harus dipindahkan sementara ke SDN 148 Cubaduyut asalkan tersedia tempat belajar yang layak.
"Tidak masalah sih asal ada tempat yang layak saja, dan yang penting anak bisa sekolah. Anak saya baru kelas 1, kasihan. Yang penting mereka bisa belajar," ujar dia.
Editor : Doni Ramdhani


