Jam Belajar Siswa SDN 026 Bojongloa Berkurang, Komite Soroti Dampaknya Bagi Kelas 6
Pemindahan sementara siswa SDN 026 Bojongloa ke SDN 148 Cibaduyut, berdampak pada berkurangnya waktu belajar dan jadi sorotan komite sekolah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - pemindahan sementara siswa SDN 026 Bojongloa ke SDN 148 Cibaduyut, berdampak pada berkurangnya waktu belajar. Kondisi ini menjadi perhatian komite, terutama bagi siswa kelas atas yang memiliki beban materi lebih banyak.
Ketua Komite SDN 026 Bojongloa, Lina Herlina mengatakan, perubahan jam belajar menjadi salah satu kendala selama siswa mengikuti pembelajaran di lokasi sementara.
“Cuma mungkin sisi negatifnya, jam belajarnya jadi berkurang. Itu saja yang menjadi keberatan,” kata Lina Herlina pada Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, pengurangan waktu belajar terjadi karena siswa harus mengikuti sistem pembelajaran bergilir di SDN 148. Jadwal yang sebelumnya berlangsung pagi, kini disesuaikan dengan ketersediaan ruang kelas di sekolah yang ditempati sementara.
Siswa pada shift pertama, mengikuti pembelajaran mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Sementara shift berikutnya berlangsung pukul 15.00 sampai 17.00 WIB. Kondisi itu membuat waktu efektif belajar menjadi lebih terbatas.
“Jadi otomatis waktunya sedikit. Belum terpotong MBG, kemudian salat. Makanya anak-anak juga tidak ada jam istirahat, karena kita benar-benar mengefisiensikan waktu belajar,” ucapnya.
Lina menilai, kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus pada siswa kelas 6. Mereka harus mempersiapkan diri menghadapi tes kemampuan akademik (TKA), sementara waktu pembelajaran yang tersedia menjadi lebih singkat.
“Untuk kelas 6 karena yang sangat terdampak itu kelas 6, karena menghadapi TKA. Jadi pemenuhan KBM nya berkurang, tidak mencapai target,” ujar dia.
Meski begitu, komite tetap mengikuti kebijakan yang diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) selama masa transisi. Dia berharap, sekolah dapat melakukan penyesuaian agar kebutuhan pembelajaran siswa tetap terpenuhi.
“Mungkin ada pembicaraan tersendiri supaya KBM nya benar-benar bisa maksimal. Nanti mungkin kepala sekolah dan guru-guru akan membicarakan hal ini, supaya anak-anak tetap bisa belajar maksimal dan tidak kekurangan waktu,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

