Dinkes Kota Bandung Imbau Masyarakat Tak Panik Hadapi Varian Baru Covid-19

Dinkes Kota Bandung Imbau Masyarakat Tak Panik Hadapi Varian Baru Covid-19
Meski sejumlah varian baru Covid-19 seperti LF7, dan NB 1.8 mulai muncul di kawasan Asia. Pihaknya memastikan, kondisi di Kota Bandung masih terkendali dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. (yogo triastopo)

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengimbau, masyarakat tidak panik dalam menyikapi kemunculan varian baru Covid-19 yang mulai terdeteksi di sejumlah negara.

Meski sejumlah varian baru Covid-19 seperti LF7, dan NB 1.8 mulai muncul di kawasan Asia. Pihaknya memastikan, kondisi di Kota Bandung masih terkendali dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

“Virus varian baru Covid-19 memang terus bermutasi. Tapi sampai saat ini, tidak ada data yang menunjukkan peningkatan angka kematian akibat varian baru di Indonesia. Bahkan, informasinya, angka kematiannya nol,” kata Kepala Dinkes Kota Bandung Anhar Hadian, Rabu 4 Juni 2025.

Ia menyebut, kekebalan masyarakat secara umum sudah terbentuk. Baik melalui vaksinasi maupun infeksi alami sebelumnya. Namun, efektivitas kekebalan tersebut terhadap varian-varian baru masih belum bisa dipastikan karena informasi yang tersedia masih terbatas.

“Kita belum bisa menjawab secara pasti bagaimana respons kekebalan lama terhadap varian baru ini. Tapi sampai saat ini, tidak ada lonjakan kasus yang mengkhawatirkan. Jadi masyarakat tidak perlu cemas berlebihan,” ucapnya.

Anhar menyarankan, masyarakat kembali menjalankan kebiasaan hidup bersih dan sehat seperti saat masa pandemi. Antara lain mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit flu dan membawa hand sanitizer saat bepergian.

“Kalau flu, ya pakai masker. Itu cukup. Tidak perlu panik seperti dulu. Yang penting tetap jaga kebersihan dan kesehatan pribadi,” ujar dia.

Aktivitas masyarakat, menurutnya tidak mengalami perubahan. Hingga kini belum ada arahan dari pemerintah pusat untuk menerapkan kembali pembatasan sosial atau kebijakan seperti work from home (WFH).

“Di seluruh dunia juga situasinya masih normal. Tidak ada WFH lagi atau pembatasan. Jadi ya, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, sistem pemantauan dan surveilans di fasilitas kesehatan masih berjalan meskipun tidak seketat saat masa pandemi. 

"Ini memungkinkan kami untuk tetap memonitor perkembangan kasus secara berkala, dan melakukan respons cepat jika diperlukan," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani