Ditanam di Bekas Lahan PKL Puncak, Wawan Hikal Ingatkan Agar Ratusan Tanaman Pucuk Merah Dirawat
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal Kurdi mendukung rencana Pemkab Bogor yang bakal memasang atau menyimpan drum tanaman pucuk merah di lahan bekas eks Pedagang Kaki Lima (PKL) Puncak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal Kurdi mendukung rencana Pemkab Bogor yang bakal memasang atau menyimpan drum tanaman pucuk merah di lahan bekas eks Pedagang Kaki Lima (PKL) Puncak.
Namun, Wawan Hikal Kurdi mengingatkan agar ratusan tanaman pucuk merah tersebut harus dirawat, hingga mau tak mau ada dinas terkait yang bertugas menyiram dan merawat tanaman tersebut.
"Jangan sampai seperti tugu di Kecamatan Citeureup, yang sudah berhasil dibangun tetapi tidak sanggup bayar listrik. Oleh karena itu, kalau mau memasang drum tanaman pucuk merah maka kita harus siapkan dana pemeliharaannya," kata Wawan Hikal Kurdi kepada wartawan, Selasa, 16 Juli 2024.
Pria yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor ini menuturkan bahwa kecantikan kota butuh pengorbanan, dalam hal ini biaya pemeliharaan.
"Biaya pengawasan dan pemeliharaan drum tanaman pucuk merah ini sangat penting, jangan sampai kejadian sebelum-sebelumnya terulang lagi, pot tanaman pucuk merah hilang lalu tugu gelap karena kita tidak sanggup bayar listrik," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) yang merupakan mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengusulkan, di lahan-lahan eks PKL berdagang tersebut dipasang drum tanaman pucuk merah agar lahan tersebut tidak dimanfaatkan PKL untuk berdagang lagi atau menjadi tempat parkir liar.
"Saya mengusulkan agar dipasang atau ditaruh drum tanaman pucuk merah di lahan eks PKL, hal itu agar lahan tersebut tidak dimanfaatkan kembali menjadi lapak PKL atau menjadi lahan parkir liar," ujar Agus Ridho.
Alumni Universitas Pakuan ini menuturkan, sesuai perhitungan jajarannya, kita membutuhkan 400 drum tanaman pucuk merah untuk ditaruh di lahan-lahan eks PKL Puncak.
"Karena butuh 400 drum tanaman pucuk merah, maka kita harus gotong royong untuk pengadaan drum tanaman pucuk merah. Jujur, kami kesulitan kalau harus patroli tiap hari karena ada keterbatasan personil," tutur Agus Ridho.***
Editor : JakaPermana
