Orang Konawe Saja Peduli Penataan Kawasan Puncak, Masak Warga Bogor....
Langkah tegas Asmawa Tosepu menertibkan Kawasan Puncak dapat apresiasi. Orang Konawe saja peduli dengan Puncak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong – Langkah tegas Asmawa Tosepu menertibkan Kawasan Puncak dapat apresiasi. Orang Konawe saja peduli dengan Puncak.
Asmawa Tosepu, Penjabat Bupati Bogor, memang berasal dari Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Tapi, dia menunjukkan kepedulian dalam penataan Kawasan Puncak.
Pengamat politik dan kebijakan publik, Yusfitriadi, mengapresiasi langkah Asmawa Tosepu, pria asa Konawe yang kini jadi Penjabat Bupati Bogor, yang bersikap tegas dalam penertiban Kawasan Puncak.
“Tanpa melihat latar belakangnya, saya mengapresiasi dan mendukung langkah atau sikap tegas Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu dalam menata Kawasan Puncak,” kata Yusfitriadi kepada wartawan, Sabtu, 20 Juli 2024.
Yusfriadi menuturkan upaya menggeser pedagang kaki lima (PKL), menertibkan bangunan ilegal, dan mengembalikan alih fungsi lahan di Kawasan Puncak adalah harapan dari masyarakat Bumi Tegar Beriman.
“Sejak diinisasi pembangunan Rest Area Puncak oleh Bupati Bogor Nurhayanti, lalu dituntaskan pembangunannya di zaman Bupati Ade Yasin dan Iwan Setiawan, Asmawa Tosepu adalah sosok yang dibutuhkan karena berani mengambil sikap tegas menata Kawasan Puncak,” tuturnya.
Namun ketegasan Asmawa Tosepu, masih ditunggu oleh Yusfitriadi. Karena 'di depannya' ada 194 bangunan ilegal lainnya yang harus ditertibkan kembali.
“Tak hanya 194 bangunan tak memiliki IMB dari Simpang Paralayang hingga Warpat atau Puncak Pass, vila ilegal, atau bangunan lainnya yang tak memiliki IMB di Kawasan Puncak juga harus ditertibkan untuk memenuhi asas keadilan,” katanya.
Sebagai warga Kabupaten Bogor, dia pun berharap Asmawa Tosepu tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga tajam ke atas. (*)
Editor : Zulfirman

