Ulama Bogor Ini Tersentak Ada Pesta Gay di Kawasan Puncak, Wanti-wanti Pemkab Bogor
Terbongkarnya pesta gay di kawasan Puncak menyentak ulama Kabupaten Megamendung, Habib Agil bin Salim Alatas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong – Terbongkarnya pesta gay di kawasan Puncak menyentak ulama Kabupaten Megamendung, Habib Agil bin Salim Alatas.
Habib Agil bin Salim Alatas mengapresiasi Polres Bogor yang menggagalkan pesta gay di kawasan Puncak, tepatnya sebuah vila di Desa dan Kecamatan Megamendung.
Habib Agil bin Salim Alatas memberi alasan karena selain LGBT dianggap penyakit masyarakat, seperti diketahui sebagian dari 75 orang laki-laki diketahui reaktif virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit kelamin menular lainnya yaitu sipilis.
“Saya mengapresiasi Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro dan jajarannya, karena berhasil beserta memberantas penyakit masyarakat dan menekan penyebaran penyakit menular seksual seperti HIV dan sipilis di Kabupaten Bogor, khususnya di Puncak,” ujar Habib Agil bin Salim Alatas kepada wartawan, Selasa, 24 Juni 2025.
Habib Agil bin Salim Alatas yang merupakan warga Desa Cipayung, Megamendung dan memiliki Yayasan Pendidikan Islam As Saadah itu mengatakan Pemkab Bogor butuh peran kepala desa, pengurus RT dan RW, serta santri.
“Peran kepala desa beserta apa jajarannya sampai tingkat RT dan peran ulama serta santri harus dimaksimalkan, agar menjaga lingkungannya masing masing dari perilaku maksiat di Kawasan Puncak,” katanya.
Ia pun menyarankan, agar penyewa vila di kawasan Puncak maupun kawasan wisata lainnya di Kabupaten Bogor perlu dimonitor.
“Langkah monitoring penyewa vila di kawasan wisata itu penting. Jangan sampai kejadian pesta gay atau LGBT di kawasan Puncak, malah pindah ke kecamatan lainnya,” lugasnya.
Sebanyak 75 orang laki-laki peserta maupun event organizer pesta gay diamankan aparat Polres Bogor. Seorang di antaranya kabur saat menjalani pemeriksaan darah oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.
Dari 74 orang yang masih diamankan itu, diketahui ada yang reaktif terhadap penyakit seks menular seperti human immunodeficiency virus (HIV) dan sipilis.
“Dari 75 orang laki-laki yang diamankan Polres Bogor, satu orang kabur. Dari 74 orang ada yang reaktif HIV maupun sipilis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty. (*)
Editor : Zulfirman


