Bencana Alam di Kawasan Puncak Terjadi Tak Lama Kejadian Pesta Gay, Aktivis Ini Ajak Kita Mengambil Hikmahnya
Bencana alam tanah longsor dan banjir yang terjadi di Kawasan Puncak, (Megamendung dan Cisarua) harus diambil hikmahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - bencana alam tanah longsor dan banjir yang terjadi di Kawasan Puncak, (Megamendung dan Cisarua) harus diambil hikmahnya.
Apalagi, bencana alam yang sejauh ini menewaskan 4 orang, 2 orang masih dalam proses pencarian dan 3 orang lainnya mengalami luka-luka tersebut terjadi tak lama (2 pekan) dengan pesta gay di sebuah vila di Kecamatan Megandung yang digagalkan Polres Bogor.
Terlebih, kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), dilarang ajaran agama apa pun di dunia.
"Kita ambil hikmahnya, karen pernah mendengar ceramah bahwa kalau ada maksiat atau peminum alkohol 40 rumah di sekitar akan terima AzabNya atau ikut dosa dan bahkan doanya tidak dikabulkan. Nah kasihan kan yang gak ikut melakukan dosa tetapi turut menjadi korban kemarahan Tuhan Yang Maha Esa (YME)," kata Ketua LSM Masyarakat Pejuang Bogor Atiek Yulis Setyowati kepada wartawan, Minggu 6 Juli 2025.
Atiek Yulis Setyowati pun mengajak agar masyarakat lebih peduli kepada sesama manusia dan masyarakat sekitar serta menghindari sikap acuh.
"Kita harus lebih peduli kepada warga sekitar rumah, tak hanya untuk mencegah maksiat, tetapi juga peredaran minuman keras, narkotika dan juga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), terkhusus anak dan perempuan," tutur Atiek Yulis Setyowati.
Tak hanya itu, ia pun meminta Pemkab Bogor, melakukan tindakan dan juga mitigasi pasca bencana alam tanah longsor dan banjir Sabtu kemarin.
"Kalau bencana alam angin kencang kita susah menebak lokasi rawannya, tetapi kalau tanah longsor dan banjir itu bisa diprediksi. Oleh karena itu, Pemkab Bogor harus mengassesment dan mentracking penyebab tanah longsor dan banjir, apa karena gundulnya hutan, pembangunan yang tidak sesuai tata ruang atau ulah manusia lainnya yang membuat alam dan Tuhan YME murka," pintanya.
Editor : Doni Ramdhani


