BPBD Karawang Catat 417 Kebakaran hingga September 2026
BPBD Karawang mencatat 417 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga pertengahan September 2026. Sebanyak 10 kasus terjadi di lokasi industri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat 417 kejadian Kebakaran sepanjang Januari hingga pertengahan September 2026.
Dari ratusan kejadian tersebut, sebanyak 10 kasus di antaranya terjadi di lokasi industri atau pabrik. Kebakaran lahan menjadi kejadian yang paling banyak tercatat selama periode tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Karawang Usep Supriatna mengatakan, kebakaran lahan umumnya terjadi di area terbuka yang terdapat material mudah terbakar.
"Kebakaran lahan umumnya terjadi di area terbuka yang terdapat material mudah terbakar," kata Usep saat dihubungi di Karawang, Rabu.
Berdasarkan data BPBD Karawang, hingga pertengahan September 2026 tercatat 187 kejadian kebakaran lahan.
Selain itu, BPBD mencatat 59 kejadian kebakaran rumah atau kontrakan. Kebakaran ruko atau kios mencapai 36 kejadian, sedangkan kebakaran sampah atau tempat pengolahan limbah tercatat 58 kejadian.
Kemudian, kebakaran panel atau jaringan listrik tercatat 21 kejadian, bangunan gedung atau gudang sebanyak 18 kejadian, serta kendaraan sebanyak 16 kejadian.
Sementara itu, kebakaran industri atau pabrik tercatat sebanyak 10 kejadian. Selain itu, terdapat tujuh kejadian kebakaran lainnya dan lima kejadian yang dipicu tabung gas.
BPBD Karawang juga mencatat adanya peningkatan kasus kebakaran dalam beberapa bulan terakhir.
Pada April 2026 tercatat 26 kasus kebakaran. Jumlah tersebut kemudian mencapai 15 kasus pada Mei, meningkat menjadi 45 kasus pada Juni dan 75 kasus pada Juli.
Kasus kebakaran kembali meningkat pada Agustus dengan 103 kejadian. Sementara hingga pertengahan September 2026, BPBD Karawang mencatat 89 kejadian kebakaran.
Usep mengatakan, kondisi Musim Kemarau turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama ketika terdapat material yang mudah terbakar.
"sekarang musim kemarau, sehingga bisa menyebabkan dari panas ditambah ada bahan bakarnya berupa ranting-ranting, daun yang sudah kering," katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di area terbuka.***
Editor : JakaPermana

