Ditengah Mepetnya Waktu Sosialisasi, Ini Peta Pertarungan di Pilbup Bogor
KPU-RI sudah melaunching tahapan pemilihan kepala daerah baik tingkat provinsi maupun jenjang dibawahnya yaitu kabupaten dan kota.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor-KPU-RI sudah melaunching tahapan pemilihan kepala daerah baik tingkat provinsi maupun jenjang dibawahnya yaitu kabupaten dan kota.
Untuk calon perseorangan atau non partai, pendaftarannya mulai dibuka pada Bulan Mei mendatang.
Di Kabupaten Bogor sudah mulai muncul nama-nama yang sudah meramaikan diantaranya Jaro Ade, Iwan Setiawan, Rudy Susmanto, Elly Yasin, Dede Chandra Sasmita? Ade Wardana, Gunawan Hasan, Riekeu Iskandar dan Anang Hermansyah.
Pengamat politik dan kebijakan publik Yusgitriadi mengatakan tentu saja masih terlalu dini untuk bisa menyimpulkan siapa saja yang secara pasti akan "bertarung" pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor ini. Selain masih banyak tahapan untuk ditempuh oleh siapapun yang akan menjadi calon baik Bupati maupun Wakil Bupati, kepastian hasil pemilu 2024 baru akan diketahui pada bulan agustus 2024 hingga waktu sosialisasi menjadi mepet.
"Oleh karena itu yang paling bisa dianalisia dan dieksplorasi adalah potensi dan peluang nama-nama di atas untuk melenggang sebagai Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bogor pada Pilbup Bogor 2024," kata Yusfitriadi kepada wartawan, Minggu 7 April 2024.
Jaro Ade merupakan figur dan tokoh politik senior dari partai golkar yang sangat mengakar. Bahkan dari beberapa kali survei terakhir, baik yang dilakukan oleh Lembaga Study Visi Nusantara (LS Vinus) maupun lembaga survei lain, mendapatkan tingkat elektabilitas tertinggi diantara nama lain yang muncul.
"Selain itu hanya Jaro Ade saat ini yang sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar. Artinya, Jaro Ade sudah hampir memastikan dirinya akan masuk di bursa calon Bupati Kabupaten Bogor pada Pilkada mendatang. Tinggal mempertimbangkan siapa Cawabup yang akan mendampinginya," sambungnya.
Rudy Susmanto, imbuhnya merupakan sosok sentral politik di Kabupaten Bogor yang berangkat dari Partai Gerindra. Selain jabatannya sebagai ketua DPRD Kabupaten Bogor, dia juga merupakan calan anggota legislatif DPRD Kabupaten Bogor yang mendapatkan suara terbanyak diantara calon lainnya. Sehingga sudah hampir memastikan dirinya kembali menjadi ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2029.
Walaupun namanya santer disebut-sebuat juga akan maju pada pilkada 2024. Namun sampai saat ini belum mendapatkan kepastian (rekomendasi) diinternal Partai Gerindra karena ada sosok Iwan Setiawan selaku Ketua DPC Partai Gerindra dan Bupati Bogor sebelumnya.
"Selain itu, apakah Rudi berani berjudi meletakkan jabatannya sebagai ketua DPRD untuk maju menjadi Cabup Bogor?," imbuhnya.
Di Partai Gerindra, Kabupaten Bogor seakan ada "matahari kembar", yaitu Rudi Susmanto dan Iwan Setiawan. Iwan Setiawan tentu saja memiliki kans yang sangat kuat untuk dicalonkan menjadi Cabup Bogor dari Partai Gerindra.
"Namun apakah DPP Partai Gerindra akan memberikan rekomendasi kepada Iwan atau kader lain untuk maju di Pilkada 2024. Terlebih dengan posisinya saat ini yang tidak mempunyai jabatan apapun akan kesulitan untuk meningkatkan elektabilitasnya," tutur Kang Yus sapaan akrabnya.
Elly Yasin, Istri mantan Bupati Bogor yang saat ini gagal masuk kembali menjadi Anggota DPR-RI dari PPP (walaupun sedang menempu jalur hukum di MK) disebut-sebut akan didorong untuk maju di Pilbup bogor. Namun dengan melihat dinamika politik saat ini, tidak cukup menguntungkan bagi "trah Yasin" dalam melanjutkan kiprah politiknya.
"Salah satu faktanya dari sekian trah Yasin yang mencalon di Pemilihan Leguslatif (Pileg) 2024 baik di Kabupaten maupun Kota Bogor tidak ada satupun yang berhasil. Selain itu relasi dengan DPP PPP juga tidak begitu baik, sehingga kecil kemungkinan DPP akan merekomendasikan Elly Yasin untuk maju di Pilkada 2024 mendatang," papar Pendiri LS Vinus tersebut.
Sementara itu, Dede Chandra Sasmita yang hampir memastikan diri mengambil satu kursi di DPRD Jawa Barat dirasa tidak berani mundur dari Anggota DPRD Jawa Barat untuk menjadi Cabup atau Cawabup Bogor.
Rikeu Iskandar. Sosok kader PPP Kabupaten Bogor dan pengusaha. Namun namanya baru muncul saat ini menjelang Pilbup Bogor 2024. Permasalahannya adalah apakah Rachmat Yasin dan DPC PPP Kabupaten Bogor akan "merestui" pencalonannya.
"Karena sudah menjadi rahasia umum bahwan DPC PPP masih atas kendali Rachmat Yasin walaupun ketua DPC saat ini dijabat oleh istrinya Elly Yasin. Selain itu, apakah Riekeu Cukup kuat relasi dengan DPP PPP yang akan mengeluarkan rekomendasi untuk maju di Pilkada 2024. Sedangkan partai menengah yang lain seperti PKB, PKS dan Nasdem belum memunculkan namanya menjelang Pilkada 2024," jelasnya.
Ada dua nama yang bukan berasal dari Partai Politik seperti Gunawan Hasan dan Ade Wardana. Apakah kedua nama tersebut akan didorong oleh partai yang saat ini belum memunculkan namanya, atau akan maju melalui jalur perseorangan. Karena dalam pengalamannya Gunawan Hasan sudah dua kali maju menjadi Cabup Bogor dari calon perseorangan.
"Sedangkan Ade Wardana pernah satu kali maju menjadi calon bupati juga dari jalur perseorangan. Walaupun sampai saat ini gunawan hasan dan Ade Wardana baru menampilkan pencitraan dirinya di berbagai media sosial," tukas Kang Yus.
Editor : Ahmad Sayuti
