Ditressiber Polda Jabar Rangkul Pelajar, Wujudkan Ruang Digital yang Aman
Ditressiber Polda Jabar terus memperkuat upaya pencegahan kejahatan siber melalui edukasi kepada generasi muda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INLAHKORAN.ID - Ditressiber Polda Jabar terus memperkuat upaya pencegahan kejahatan siber melalui edukasi kepada generasi muda.
Salah satunya diwujudkan melalui Program Sekolah Anti Scam Jawara yang dilaksanakan di SMKN 13 Bandung, dengan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai cara mengenali, mencegah, dan menghindari berbagai bentuk kejahatan di ruang digital.
Program Sekolah Anti Scam Jawara merupakan program yang digagas Direktur Reserse Siber Polda Jabar Kombes Pol Fian Yunus. Program itu sebagai salah satu bentuk implementasi semangat Jaga Rawat Jawa Barat (Jawara) yang menjadi arah kebijakan Kapolda Jabar.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diberikan edukasi mengenai berbagai modus online scam, phishing, pencurian data pribadi, serta bentuk rekayasa sosial yang kerap digunakan pelaku untuk membangun kepercayaan dan memanipulasi korban.
Pelajar juga diajak memahami pentingnya melakukan verifikasi sebelum mengklik tautan, memberikan data pribadi, melakukan transaksi, maupun mengikuti instruksi dari pihak yang belum dapat dipastikan identitasnya.
Ditressiber Polda Jabar menekankan pencegahan kejahatan siber tidak hanya dilakukan setelah tindak pidana terjadi, tetapi juga perlu dimulai melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
Pelajar menjadi salah satu kelompok penting karena tingginya aktivitas mereka dalam menggunakan media sosial, aplikasi komunikasi, platform digital, dan berbagai layanan internet.
Selain mendapatkan edukasi, sejumlah pelajar SMKN 13 Bandung juga disematkan sebagai Duta Anti Scam. Penyematan tersebut menjadi simbol keterlibatan pelajar dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.
Duta Anti Scam diharapkan dapat menjadi contoh bagi teman sebaya sekaligus menyampaikan kembali pengetahuan mengenai keamanan digital di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan, melalui pendekatan tersebut edukasi keamanan digital diharapkan tidak berhenti pada kegiatan yang dilaksanakan oleh kepolisian.
"Pengetahuan yang diperoleh pelajar dapat diteruskan melalui lingkungan pertemanan sehingga terbentuk kesadaran bersama untuk lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan siber," katanya, Kamis (1/10/2026).
Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara kepolisian, sekolah, guru, dan pelajar dalam membangun budaya keamanan digital. Pelajar didorong untuk menjadi pengguna teknologi yang tidak hanya aktif, tetapi juga kritis, bertanggung jawab, serta mampu menjaga diri dan orang lain dari berbagai ancaman di ruang digital.
Editor : Doni Ramdhani

