Donasi Mengalir Deras Saat Bandung Zoo Dibuka Gratis, Puluhan Juta Rupiah Disiapkan untuk Selamatkan Ratusan Satwa
Kebijakan pembukaan gratis Bandung Zoo mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Dalam waktu singkat, donasi sukarela yang diberikan pengunjung telah terkumpul hingga puluhan juta rupiah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kebijakan pembukaan gratis Bandung Zoo mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Dalam waktu singkat, donasi sukarela yang diberikan pengunjung telah terkumpul hingga puluhan juta rupiah dan langsung diarahkan untuk menopang kebutuhan pakan ratusan satwa yang ada di kebun binatang tersebut.
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, menyampaikan bahwa program masuk gratis telah berjalan selama tiga hari terakhir. Selama periode tersebut, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk dan dipersilakan memberikan donasi secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing.
"Donasi masih kami terima. Sampai hari ini totalnya 20 juta lebih. Selama tiga hari ya," kata Sulhan, Sabtu, 27 Desember 2025.
Ia menjelaskan, partisipasi masyarakat tidak hanya diwujudkan dalam bentuk uang tunai, tetapi juga berupa bahan pangan seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Seluruh donasi yang terkumpul, menurut Sulhan, difokuskan secara khusus untuk kebutuhan pakan satwa dan tidak digunakan untuk pos lain seperti gaji karyawan atau operasional di luar pemeliharaan hewan.
Bandung Zoo saat ini menanggung beban biaya pakan yang cukup besar, yakni sekitar Rp415 juta setiap bulan. Jika dirata-ratakan, kebutuhan pakan mencapai Rp15 juta per hari untuk memenuhi konsumsi 711 ekor satwa yang dipelihara.
Di tengah keterbatasan tersebut, pengelola juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Bantuan pakan dari Kementerian Kehutanan dijadwalkan mulai efektif disalurkan dalam waktu dekat.
"Dan kita terima mulai besoknya. Jadi mulai besok itu pakannya dibayarkan oleh Kementerian Kehutanan," ujar Sulhan.
Sebelum bantuan tersebut direalisasikan, pengelola Bandung Zoo mengandalkan berbagai langkah kreatif untuk memastikan kebutuhan satwa tetap terpenuhi. Upaya tersebut dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki secara internal.
"Kita kan kreatif. Punya kolam, tujuh biji kita juga mancing. Punya dua kebun pisang. Terus punya kebun rumput. Itu juga kita untuk nambal kebutuhan," ujarnya.
Terkait kondisi satwa, Sulhan memastikan seluruh hewan berada dalam keadaan sehat dan terpantau secara rutin. Ia menegaskan bahwa Bandung Zoo memiliki dua tim dokter hewan yang berjaga setiap hari untuk memastikan kesehatan satwa tetap terjaga.
"Alhamdulillah secara kualitas bagus. Tidak ada yang mati, yang sakit sembuh lagi. Karena kita ada tim dokter yang standby," katanya.
Antusiasme masyarakat selama masa pembukaan gratis juga terlihat dari jumlah kunjungan yang cukup tinggi. Rata-rata, sekitar 500 orang tercatat datang setiap harinya untuk menikmati fasilitas kebun binatang di tengah Kota Bandung tersebut.
Meski demikian, pengelola belum mengambil keputusan apakah kebijakan masuk gratis akan diperpanjang atau kembali memberlakukan tiket normal. Evaluasi masih terus dilakukan dan hasilnya akan diumumkan melalui media sosial resmi.
"Soal tiket belum tahu. Kalau sekarang kita (hasil) evaluasi besok tutup, kemungkinan tutup. Itu akan kita umumkan di IG kita, biasanya pagi-pagi," kata Sulhan.
Ia menambahkan, kebijakan membuka Bandung Zoo dengan sistem donasi dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan ruang rekreasi terbuka yang nyaman di pusat kota. Respons publik pun dinilai sangat positif, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan perhatian yang masuk melalui akun Instagram resmi Bandung Zoo.
"Bandung Zoo itu salah satunya salah satu tempat rekreasi mungkin yang ternyaman karena terluas di dalam kota Bandung ya. Dalam kota Bandung terluas dan pohon-pohonnya banyak. Itu yang membuat kita kemudian dibuka dengan sistem donasi untuk pakan satwa," sebutnya.
Editor : Ahmad Sayuti
