DPRD Kota Bandung Soroti Keamanan Kota Usai Kasus Begal Kurir di Astana Anyar
Aksi begal yang menimpa seorang kurir ekspedisi di kawasan Astana Anyar, Kota Bandung kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi keamanan di ruang publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Aksi begal yang menimpa seorang kurir ekspedisi di kawasan Astana Anyar, Kota Bandung kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi keamanan di ruang publik. Peristiwa itu, dinilai menjadi pengingat kejahatan jalanan masih mengintai warga dalam aktivitas sehari-hari di kota besar.
Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menyampaikan, keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Kasus itu, dinilai bukan hanya menyasar korban secara individu. Tetapi juga mencerminkan tantangan keamanan yang masih perlu dibenahi di wilayah perkotaan.
“Peristiwa ini sangat mengkhawatirkan, karena terjadi di tengah aktivitas masyarakat yang seharusnya aman. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” kata Asep Mulyadi, Selasa (5/5/2026).
Dia menjelaskan, saat ini pihak kepolisian telah berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku. Namun, dua lainnya masih dalam proses pengejaran oleh aparat. “Sebagian pelaku sudah tertangkap, tetapi masih ada yang belum. Ini menunjukkan bahwa penanganan tidak boleh berhenti sampai di situ,” ucapnya.
Asep menekankan pentingnya langkah cepat dan terkoordinasi dari aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus tersebut. Pihaknya juga membuka kemungkinan para pelaku tidak lagi berada di wilayah Kota Bandung.
“Penegakan hukum harus terus dikejar, termasuk memperluas koordinasi antarwilayah. Tidak menutup kemungkinan mereka sudah berpindah lokasi,” ujar dia.
Selain itu, dia menyoroti pentingnya peran teknologi pengawasan seperti kamera CCTV dalam membantu pengungkapan kasus kriminal. Perangkat tersebut, dinilai terbukti membantu proses identifikasi pelaku di lapangan.
“Dari kejadian ini terlihat, rekaman CCTV sangat membantu. Ini bukti bahwa sistem pengawasan kota harus terus diperkuat,” tambahnya.
Asep juga menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam membantu aparat. Dalam kasus ini, informasi dari warga disebut ikut mempercepat proses penangkapan sebagian pelaku.
“Partisipasi warga sangat berperan. Tanpa itu, proses pengungkapan mungkin akan lebih lama,” ujar dia.
Namun demikian, pihaknya mengingatkan penguatan keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi dan aparat. Namun juga kesiapsiagaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat juga perlu lebih waspada. Hal sederhana seperti tidak berkendara sendirian di lokasi sepi bisa mengurangi risiko,” ucapnya.
Terkait wacana penambahan CCTV di titik rawan, pihaknya mengakui hal tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut. Terutama dari sisi anggaran daerah yang tersedia. “Keinginan untuk memperluas pengawasan tentu ada, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah,” tandas dia.***
Editor : JakaPermana
