Korban Banjir Pasir Kuda Mengungsi di Masjid, DPRD Minta PUPR Bergerak
Pemkot Bogor melakukan penanganan korban banjir lintasan di Gang Hasanah dan sekitarnya RT01/03, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat pada Senin
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor melakukan penanganan korban banjir lintasan di Gang Hasanah dan sekitarnya RT01/03, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat pada Senin (4/5/2026) malam.
Korban sementara diungsikan ke masjid dan kontrakan agar tidak kembali menjadi korban banjir lintasan. Para korban juga disambangi oleh anggota DPRD Kota Bogor dan diberikan bantuan selimut.
Kalak Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko PS memaparkan, pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor secara merata, teman-teman tim gabungan ini mendapatkan informasi di RT 01/03 Pasir Kuda.
"Jadi ada beberapa rumah terdampak terendam kurang lebih sepinggang orang dewasa. Dan ini seperti dilihat, ada beberapa rumah yang dihuni oleh kelompok prioritas (lansia dan disabilitas) yang memang sementara ini mengungsi di masjid terdekat," papar Dimas kepada INILAHKORAN pada Selasa (05/5/2026).
Dimas melanjutkan, sementara ini tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, kebetulan juga hadir dari DPRD Kota Bogor, akan coba upayakan mencari tempat yang lebih aman untuk beristirahat.
"Artinya untuk warga yang terdampak, yang memang perlu diutarakan ini coba kita coba carikan. Sementara ini ada yang di masjid terdekat dan rumah warga yang aman, sambil mencari kontrakan yang kosong," terangnya.
Dimas menjelaskan, jumlah rumah terdampak banyak di RT 01, tapi kalau dilihat ini ada dua yang cukup parah. Untuk informasi dari ketua RT10, banjir lintasan baru terjadi lagi setelah terakhir terjadi tahun 2023.
"Untuk banjir lintasan area perumahan Gang Hasana, tidak jauh dari dua rumah yang terdampak parah, airnya sudah surut. Tentunya pasti kami akan koordinasi dengan dinas teknis terkait, untuk nanti dicek terkait dengan kondisi saluran ataupun hal-hal lain yang memang perlu diselesaikan oleh Pemkot Bogor," jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor dapil Bogor Barat yang juga anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Mulyani memaparkan, dirinya mencoba melihat kondisi di lapangan, sebetulnya yang terjadi hari ini sudah pernah terjadi beberapa tahun lalu dan sudah diajukan juga pengajuan perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) serta normalisasi sungainya.
"Tetapi belum dilakukan eksekusi dari dari dinas terkait karena alasannya masalah efisiensi anggaran. Yang harusnya dianggaran PUPR dipotong 50 persen, sehingga banyak ajuan-ajuan seperti ini yang tidak ter-cover. Saya harap ada gerakan dari dinas PUPR untuk memperbaiki masalah ini," tuturnya.***
Editor : JakaPermana

