Diduga Modus Baru Begal di Bandung: Pura-Pura Disenggol, Ponsel Pengendara Raib

Seorang pengendara motor menjadi korban modus baru begal di Bandung, ponselnya pun raib dibawa pelaku.

Diduga Modus Baru Begal di Bandung: Pura-Pura Disenggol, Ponsel Pengendara Raib
Diduga Modus Baru Begal di Bandung: Pura-Pura Disenggol, Ponsel Pengendara Raib

INILAHKORAN.ID - Sebuah modus kejahatan baru berupa "jambret halus" berpura-pura menyerempet kendaraan dan diduga menggunakan hipnotis kembali memakan korban di kawasan Jalan PH.H. Mustofa hingga Cibeunying Kaler.  

​Insiden kejahatan ini dialami oleh seorang pengendara sepeda motor pada Senin, 26 September 2026 sekitar pukul 14.20 WIB. Korban membagikan pengalamannya melalui unggahan media sosial akun Instagram @mthuvail_mc sebagai peringatan bagi masyarakat luas.  

​Kronologi Kejadian di Jalan PH.H. Mustofa

​Peristiwa bermula saat korban melaju dari arah Cikutra menuju tempat kerjanya di kawasan Antapani dengan kecepatan sedang sekitar 40 km/jam. 

Saat melintas di Jalan PH.H. Mustofa, tepatnya setelah melewati SMPN 16 Kota Bandung, sebuah sepeda motor matik (Honda Scoopy) dari arah belakang diduga sengaja menyenggol bagian belakang sepeda motor korban.  

​Pelaku yang berkendara seorang diri kemudian mengejar dan menghentikan korban tepat di depan gerbang PT Sucorinvest Central Gani (Sucor).  

​Modus Tuduhan Baret dan Dugaan Hipnotis

​Setelah menghentikan korban, pelaku langsung melakukan intimidasi dengan menuduh korban telah menyerempet sepeda motornya hingga mengakibatkan baret di bagian depan. Korban mengaku dalam kondisi seperti terhipnotis sehingga tidak mampu melawan atau berpikir jernih saat dipojokkan.  

​"Pelaku meminta tanggung jawab dan mendesak saya pergi ke bengkel cat motor yang dia mau di daerah Tamansari. Saya seperti tidak bisa bereaksi apa-apa dan menuruti perintahnya," ujar korban dalam keterangannya.  

​Pelaku kemudian mengambil ponsel milik korban dengan dalih untuk membuka aplikasi navigasi (Google Maps) guna mencari lokasi bengkel.  

​Pelaku Kabur di Lampu Merah Cimuncang

​Dengan ponsel yang sudah dikuasai, pelaku meminta korban untuk mengikutinya dari belakang menuju kawasan Tamansari. Namun, saat sampai di lampu merah Cimuncang, pelaku memanfaatkan situasi lalu lintas dan langsung tancap gas melarikan diri membawa ponsel korban.  

​Korban baru tersadar sepenuhnya bahwa dirinya telah menjadi korban tindak kejahatan setelah pelaku menghilang di persimpangan jalan.  

​Aksi pengerjaan dan titik pemberhentian korban di depan gerbang Sucor sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Korban berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi warga Bandung agar lebih berhati-hati terhadap orang asing yang tiba-tiba menghentikan kendaraan dengan modus pura-pura tersenggol di jalan raya.


Editor : Firda Rachmawati