DPRD Soroti Rp10 Miliar Anggaran Kecamatan Sumber: Patgulipat Uang Rakyat

DPRD Kabupaten Cirebon menyoroti alokasi anggaran Kecamatan Sumber yang nilainya mencapai sekitar Rp15 miliar namun tak jelas peruntukannya.

DPRD Soroti Rp10 Miliar Anggaran Kecamatan Sumber: Patgulipat Uang Rakyat
JALAN: Ruas jalan yang menghubungkan kecamatan sumber dan kecamatan tengah tani kabupaten cirebon, saat mengalami kerusakan satu tahun lalu. DPRD Kabupaten Cirebon menyoroti alokasi anggaran yang nilainya mencapai sekitar Rp15 miliar.(INILAH/MAMAN SUHARMAN)

Oleh : Maman Suharman

Bayangkan jika me n emu k a n dompet berisi uang dalam j u m l a h besar, namun tidak tahu untuk apa uang itu akan digunakan.

Kurang lebih, seperti itulah kebingungan yang kini tengah melanda gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

Pusat perhatian mereka tertuju pada satu tempat: Kecamatan Sumber.

Wilayah ini mendadak jadi buah bibir setelah mendapat gelontoran dana yang fantastis, mencapai Rp15 miliar lebih.

Angka ini tentu bukan jumlah yang sedikit. Bagi masyarakat biasa, uang sebesar itu bisa mengubah wajah sebuah kecamatan menjadi jauh lebih makmur.

Namun, yang membuat para wakil rakyat mengernyitkan dahi bukanlah total nominalnya, melainkan sebuah tanda tanya besar: Ke mana perginya Rp10 miliar dari dana tersebut? Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, mengungkapkan rasa penasarannya pada Rabu (7/9).

Setelah ditelusuri, dari total anggaran yang jumbo itu, hanya sekitar Rp5 miliar yang jelas peruntukannya, yaitu dialokasikan untuk kebutuhan kelurahan.

Sementara sisanya sebesar Rp10 miliar masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

“Kami menemukan bahwa untuk kelurahan itu hanya kisaran Rp5 miliar. Nah, Rp10 miliarnya kami juga belum mengetahui untuk apa rinciannya,” ujar Sophi dengan nada penuh tanda tanya.

Wajar jika DPRD bersikap kritis. Di saat dinas-dinas lain di lingkungan Pemkab Cirebon harus memutar otak mengelola anggaran yang terbatas, Kecamatan Sumber justru mendapat porsi yang sangat besar tanpa rincian yang transparan.

Uang Rp10 miliar tersebut seolah “menghilang” dari dokumen penjelasan yang diterima dewan.

Sophi menegaskan bahwa pihak legislatif tidak akan tinggal diam. Mereka berjanji akan menguliti dan membedah anggaran misterius ini dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) dan pembahasan RAPBD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Masyarakat Sumber kini tentu berharap-harap cemas.

Mereka berhak tahu apakah uang miliaran rupiah itu akan benar-benar mengalir untuk perbaikan jalan, fasilitas publik, dan kesejahteraan mereka, atau justru habis untuk halhal yang tidak berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

Ketika ditanya lebih jauh dari mana angka Rp15 miliar itu muncul dan apa dasarnya, Sophi melempar bola panas tersebut ke Bapperida Kabupaten Cirebon sebagai perencana.

Satu yang pasti, DPRD berjanji akan menuntut transparansi demi memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan secara bertanggung jawab.

Reaksi Aktivis Di sisi lain, Ketua Nagari Demokrasi Center (NDC), Suhana meluruskan pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia terkait anggaran kecamatan tersebut yang sebelumnya disebut berada di kisaran Rp15 miliar.

Menurut dia, berdasarkan data yang diterimanya, total anggaran Kecamatan Sumber justru mencapai lebih dari Rp20 miliar. Anggaran tersebut mencakup kebutuhan kecamatan dan 12 kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Sumber.

“Yang Rp15 miliar itu keliru.

Yang benar lebih dari Rp20 miliar untuk kebutuhan Kecamatan Sumber dan 12 kelurahan,” ujarnya, Rabu (7/10).

Ia menjelaskan, anggaran tersebut antara lain dialokasikan untuk belanja pegawai serta belanja barang dan kebutuhan lainnya di tingkat kecamatan maupun 12 kelurahan.

Menurutnya, angka tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar publik mendapatkan informasi yang utuh mengenai struktur dan peruntukan anggaran Kecamatan Sumber. (bsf)


Editor : Inilahkoran