Drainase Buruk Mengancam Kerusakan Jalan Kota Bandung yang 90 Persen Mantap
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung menyoroti faktor drainase, sebagai penyebab utama kerusakan jalan yang terjadi berulang kali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung menyoroti faktor Drainase, sebagai penyebab utama kerusakan jalan yang terjadi berulang kali.
Meski usia jalan beraspal jenis hotmix rata-rata lima tahun, kondisi di lapangan menunjukkan apabila genangan air lebih berpengaruh terhadap ketahanan jalan.
Pelaksana tugas Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati mengatakan, air yang tidak tersalurkan dengan baik dapat merusak struktur jalan dari bawah.
“Kerusakan jalan sering kali bukan karena kualitas aspal, melainkan karena saluran air yang tidak berfungsi optimal. Air hujan yang menggenang bisa mempercepat kerusakan,” kata Dini Dianawati, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, beberapa ruas jalan yang sudah diperbaiki tetap kembali rusak karena persoalan drainase. Karena itu, perbaikan harus menyeluruh, termasuk pembenahan saluran air di sekitar jalan.
“Kalau hanya menambal permukaan, hasilnya tidak akan bertahan lama," ucapnya.
DSDABM mencatat, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen. Namun, pihaknya menekankan angka tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah.
“Data memang menunjukkan mayoritas jalan dalam kondisi baik. Tapi tanpa sistem drainase yang memadai, kualitas itu bisa cepat menurun,” ujar dia.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya kini mengintegrasikan program perbaikan jalan dengan perbaikan saluran air. Sebabnya, drainase yang baik akan membuat jalan lebih awet.
“Kami ingin masyarakat memahami, perbaikan jalan bukan hanya soal estetika. Tapi juga soal daya tahan. Kalau warga membuang sampah sembarangan ke selokan, dampaknya bisa langsung terasa di jalan. Jadi ini tanggung jawab bersama,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana
