Dugaan Begal di Kawasan Maranatha, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Polisi belum mendapatkan laporan soal adanya informasi di aplikasi Threads soal warga yang terluka akibat melawan begal di kawasan Kampus Maranatha.

Dugaan Begal di Kawasan Maranatha, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Aparat kepolisian belum mendapatkan informasi soal aksi begal di kawasan tersebut. Dia masih mendalami informasi tersebut terkait dengan kebenarannya. (ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Polisi belum mendapatkan laporan soal adanya informasi di aplikasi media sosial  Threads soal warga yang terluka akibat melawan begal di kawasan Kampus Maranatha, Sukajadi, Kota Bandung.

“Belum ada laporan disitu,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).

Anton mengatakan dia belum mendapatkan informasi soal aksi begal di kawasan tersebut. Dia masih mendalami informasi tersebut terkait dengan kebenarannya.

“Hati-hati hoaks, pastikan dulu ada kejadian atau tidak,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, unggahan seorang warga di media sosial Threads viral setelah menceritakan seorang pria diduga menjadi korban pembegalan di kawasan Kampus Maranatha, Sukajadi, Kota Bandung. Korban disebut mengalami luka di sekujur tubuh usai berusaha mempertahankan sepeda motor dan barang berharganya.

Cerita itu diunggah akun Threads @elsafitroh pada Jumat (17/7/2026). Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku menerima korban saat menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat sebuah Pusat Kesehatan Masyarakat.

“Hari ini benar-benar ada pasien laki-laki datang ke Instalasi Gawat Darurat Pusat Kesehatan Masyarakat pada pukul 14.00 dengan kondisi babak belur. Korban dibegal pada pukul 01.00 dini hari di daerah Maranatha. Pelakunya tiga orang dan salah satunya membawa senjata tajam,” katanya, sebagaimana dilihat pada Sabtu (18/7/2026).

Korban disebut berusaha mempertahankan sepeda motor, tas berisi komputer jinjing, dan telepon genggam miliknya sehingga menjadi sasaran penganiayaan para pelaku.

“Sedih sekali, korban melindungi sepeda motor, tas yang berisi komputer jinjing dan telepon genggam. Barang-barang itu benar-benar dipeluk agar tidak dirampas sehingga wajah dan seluruh tubuhnya babak belur. Tangannya juga terkena bacokan. Alhamdulillah sepeda motor dan barang-barangnya selamat karena ada orang yang melintas,” tulisnya.

Unggahan tersebut kemudian dibanjiri komentar warganet yang mengaku resah dengan maraknya dugaan aksi pembegalan di Kota Bandung.

“Mau berharap apa sama wali kota? Parkir liar, pungutan liar, premanisme, gangster dan lain-lain sudah merajalela,” komentar pada Threads tersebut.

Komentar lain juga menyoroti maraknya kabar dugaan pembegalan yang dinilai hampir setiap hari muncul di Bandung.

“Bandung itu benar-benar setiap hari ada saja berita dibegal dan pelakunya berbeda-beda terus. Yang sedang berolahraga lari pagi saja kena begal. Ini masih tidak jauh dari daerah rumah saya. Begal sekarang tidak cuma malam saja yang menyeramkan,” tulis pengguna Threads lainnya.


Editor : Doni Ramdhani