Dukung Larangan Study Tour, Wali Kota Cimahi Ancam Berikan Sanksi Sekolah Bandel

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mendukung keputusan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang mengeluarkan kebijakan larangan study tour bagi sekolah ke provinsi.

Dukung Larangan Study Tour, Wali Kota Cimahi Ancam Berikan Sanksi Sekolah Bandel
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mendukung keputusan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang mengeluarkan kebijakan larangan study tour bagi sekolah ke provinsi.

INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mendukung keputusan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang mengeluarkan kebijakan larangan study tour bagi sekolah ke provinsi.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, larangan study tour bukan hal yang baru melainkan kelanjutan dari Surat Keputusan (SK) Gubernur No. 64/PK.01/Kesra Tahun 2024 yang diterbitkan pada masa Penjabat (Pj) Gubernur sebelumnya. 

"Salah satu pertimbangan utama adalah faktor keselamatan, mengingat beberapa kasus kecelakaan yang menimpa rombongan study tour, seperti tragedi bus SMK Lingga Kencana Depok di Ciater, Subang, yang merenggut 11 nyawa," kata Ngatiyana, Senin 3 Maret 2025.

Oleh karena itu, ungkap Ngatiyana, dirinya mendukung penuh kebijakan tersebut. Sebab, kegiatan study tour ke luar daerah hanya akan menambah beban biaya bagi orang tua dan meningkatkan risiko keselamatan bagi siswa.  

"Alasannya, pertama pemborosan biaya, kedua keselamatan bagi anak-anak, dan termasuk membebani orang tua," ungkapnya.

Kendati demikian, Ngatiyana menyarankan agar sekolah-sekolah di Cimahi mengadakan kegiatan edukasi di dalam kota sebagai solusi.

Pasalnya, Cimahi memiliki sejumlah destinasi wisata edukatif yang dapat dimanfaatkan tanpa harus bepergian jauh.

"Kalau memang ingin study tour, cukup yang dekat-dekat saja. Di Cimahi sendiri banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk edukasi," katanya.  

Ngatiyana juga menegaskan, pihaknya bakal memberikan sanksi kepada sekolah yang tetap mengadakan study tour ke luar daerah.

Ngatiyana juga menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada sekolah yang tetap memaksa mengadakan study tour ke luar daerah.  

"Terkait sanksi, pasti ada. Kalau sudah diingatkan tapi tetap tidak mau mengikuti aturan, maka harus siap menanggung risikonya," tegasnya. ***


Editor : JakaPermana