Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Kejuruan, Telkom Gelar Webinar Kiat Sukses Wujudkan SMK Unggul
PT Telkom Indonesia Tbk Regional 2 Jabotabek Jabar komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan kejuruan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - PT Telkom Indonesia Tbk Regional 2 Jabotabek Jabar komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan kejuruan.
Sebagai bentuk komitmen terebut, Telkom menggelar webinar bertajuk Kiat Sukses Wujudkan SMK Unggul. Webinar untuk meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan itu dihadiri enam ratus peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, hingga tim IT sekolah.
Executive Vice President Telkom Regional 2 Edie Kurniawan menekankan, kualitas pendidikan kejuruan itu penting terkait kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi perubahan yang terjadi di industri terutama yang dipicu otomatisasi dan digitalisasi.
Dia menjelaskan, otomatisasi teknologi telah mengubah dunia kerja, menggantikan beberapa peran tradisional dengan sistem otomatis, tetapi di sisi lain, juga menciptakan peluang baru di berbagai sektor.
"Menurut data McKinsey, diperkirakan akan ada 27-46 juta pekerjaan baru yang tercipta akibat digitalisasi hingga 2030. Peran kita saat ini adalah mempersiapkan lulusan SMK agar siap menghadapi peluang tersebut," jelas Edie.
Edie menjelaskan, lulusan SMK harus dibekali dengan keterampilan yang relevan serta kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan industri. Dengan upaya kolaboratif antara institusi pendidikan dan industri, lulusan SMK akan lebih siap bersaing di pasar kerja yang semakin berbasis teknologi.
Dia berharap melalui Indibiz Sekolah, Telkom dapat mendukung perkembangan dunia pendidikan kejuruan dan selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022 yang mengatur mengenai revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.
“Kami berharap dunia pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan, mampu beradaptasi dengan perubahan industri akibat otomatisasi, sehingga lulusan SMK dapat terserap secara maksimal di dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten M Tabrani menyampaikan digitalisasi dalam dunia pendidikan harus dilakukan untuk mempersiapkan peserta didik yang berdaya saing.
“Proses penyelenggaraan pendidikan saat ini sangat bergantung pada teknologi. Pengelolaan sekolah tidak lagi relevan jika masih bergantung pada cara konvensional,” terangnya.
Acara itu pun menghadirkan Kepala Sekolah SMK unggulan dari Jakarta, Tasikmalaya, Kuningan, dan Ciamis, yang berbagi pengalaman tentang peningkatan kualitas pendidikan dan upaya mewujudkan SMK unggul melalui digitalisasi, khususnya dengan Indibiz Sekolah yang merupakan solusi digital dari Telkom Indonesia untuk operasional sekolah, lembaga pendidikan, pelajar dan orang tua dengan sistem yang terintegrasi. Tak hanya itu, para kepala sekolah ini memaparkan manfaat digitalisasi sekolah terhadap prestasi, peningkatan angka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hingga penyerapan lulusan SMK.
Editor : Doni Ramdhani
