Eky Kekasih Vina Cirebon Disebut-sebut Masih Hidup, Iptu Rudiana Ngaku Berani Sumpah Pocong

Setelah muncul ke publik, Iptu Rudiana, ayah Eky mengaku berani sumpah pocong usai dituding buat kebohongan soal anaknya.

Eky Kekasih Vina Cirebon Disebut-sebut Masih Hidup, Iptu Rudiana Ngaku Berani Sumpah Pocong
Eky Kekasih Vina Cirebon Disebut-sebut Masih Hidup, Iptu Rudiana Ngaku Berani Sumpah Pocong

INILAHKORAN, Bandung - Setelah muncul ke publik, Iptu Rudiana, ayah Eky mengaku berani sumpah pocong usai dituding buat kebohongan soal anaknya.

Dalam video yang beredar di media sosial, Iptu Rudiana bahkan tak segan-segan mengatakan bahwa 7 turunannya akan mati apabila dirinya berbohong.

Rudiana menyebut bahwa yang meninggal dunia benar-benar anaknya, Eky dan membantah tuduhan netizen.

“Saya sumpah pocong, mau sumpah apapun mau. Yang meninggal adalah anak saya yang saya didik dan saya rawat dari kecil," ujar Rudiana.

"Demi Allah 7 turunan saya mati semua kalau saya bohong," sambungnya.

Rudiana mencatat bahwa dia telah melihat sendiri di rumah sakit. Di sana, Eky terbaring tak bernyawa dengan luka-luka yang menurutnya tidak disebabkan oleh kecelakaan motor.

"Dianiaya. Dahi ke dalam, gigi hancur, rahang patah, biru-biru, di dada kena pukulan. Kalau kecelakaan ada baret. Ini tidak ada. Pergelangan kaki patah,” kata dia. 

Saat Hotman Paris menanyakan apakah Iptu Rudiana setuju untuk mengizinkan penggalian kembali makam Eky, Rudiana mengatakan dia akan menyetujuinya demi kepentingan penyidikan.

“Kalau buat penyidikan, yang buat anak saya tidak tenang, saya menyesuaikan. Kalau buat penyidikan, mangga (silakan),” katanya.

Rudiana juga menegaskan bahwa sebagai orang tua korban, dia merasa bertanggung jawab untuk mempertahankan hak hidup anaknya. Selain itu, dia menekankan bahwa dia juga berperan sebagai pelapor dalam kasus ini.

“Saya tidak menangkap (para terpidana). Saya mengamankan saja. Saat (para terpidana) diamankan saya belum tahu mereka pelakunya. Setelahnya saya serahkan para terpidana ke penyidik. Mereka yang bergerak," tuturnya.


Editor : Firda Rachmawati