Emma Myres Ungkap Tak Rekomendasikan Lagu 'Boombayah' BLACKPINK di 'Wednesday,' Fans Auto Kritik Enid
Emma Myres dihujat penonton usai sebut tak rekomendasikan lagu 'Boombayah' BLACKPINK untuk serial 'Wednesday'.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Serial asli Netflix 'Wednesday' Season 2 telah membuat gebrakan baru dengan penampilan mengejutkan BLACKPINK.
Akan tetapi, satu jawaban wawancara pemeran Enid 'Wednesday' Emma Myres telah mengalihkan perhatian menjadi kontroversi.
Di musim terbaru, tarian 'Wednesday' milik Jenna Ortega diiringi Lagu hit BLACKPINK 'Boombayah' yang memukau penggemar K-Pop di seluruh dunia.
Namun, lawan mainnya, Emma Myers, pemeran Enid Sinclair, baru-baru ini menuai kritik setelah membahas adegan tersebut dalam sebuah wawancara MTV UK.
Ketika ditanya apakah dia merekomendasikan Lagu BLACKPINK, Emma Myres mengklarifikasi:
“Saya tidak merekomendasikan Lagu itu. Banyak orang bertanya kepada saya, 'Oh, kamu pasti terpengaruh K-Pop'," tutur pemeran Enid.
Dia melanjutkan, "Saya sama sekali tidak punya hak untuk ikut campur dalam proses editing. Tapi saya pikir... itu Lagu dansa yang bagus untuk Enid.”
Dia menambahkan bahwa meskipun karakternya, Enid, digambarkan sebagai penggemar K-Pop, dia tidak membuat koreografi untuk tarian Jenna Ortega.
Emma Myres justru mengirimkan kompilasi video yang menunjukkan bagaimana Enid akan menari kepada Jenna Ortega, dan menyerahkan interpretasi akhir kepada lawan mainnya.
"Saya tidak ada di lokasi syuting untuk melihat Jenna melakukan itu, tapi saya mengiriminya banyak video...," ungkapnya.
"Saya rasa dia melakukan apa yang dia mau. Jadi saya biarkan dia melakukan apa yang dia mau," kata Emma Myers.
Meskipun sudah dijelaskan, beberapa penggemar BLACKPINK mempermasalahkan nada bicaranya, menuduh Emma Myres meremehkan.
Klip wawancara yang diunggah MTV di X (sebelumnya Twitter) itu dengan cepat menyebar dan menuai tanggapan tajam.
Seorang penggemar menulis, “Dia jelas tidak menyukai BLACKPINK, nadanya sudah menunjukkan semuanya,” sementara penggemar lain mengklaim dia “hanya menyukai boy grup.”
Namun, yang lain bergegas membela Emma Myres, dengan mengatakan bahwa dia mungkin sudah lelah menjawab pertanyaan-pertanyaan K-Pop berulang kali. Beberapa berpendapat bahwa komentarnya netral dan disalahartikan.
Perpecahan ini telah memicu perdebatan sengit daring, sekali lagi menunjukkan betapa sensitifnya fandom global terhadap idola mereka.***
Editor : Irma Nurfajri


