PKS Kota Bandung Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Solhsi Nyata bagi Warga

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandung menggelar Musyawarah Daerah (Musda), sebagai momentum penting untuk regenerasi kepemimpinan sekaligus peneguhan arah perjuangan politik partai di tingkat kota. Acara, mengusung tema "PKS Kokoh Bersama Rakyat, Siap Majukan Kota Bandung".

PKS Kota Bandung Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Solhsi Nyata bagi Warga

INILAHKORAN, Bandung - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandung menggelar Musyawarah Daerah (Musda), sebagai momentum penting untuk regenerasi kepemimpinan sekaligus peneguhan arah perjuangan politik partai di tingkat kota. Acara, mengusung tema "PKS Kokoh Bersama Rakyat, Siap Majukan Kota Bandung".

Ketua DPD PKS Kota Bandung, Agus Andi Setyawan yang akrab disapa Mang Agan menyatakan, partai politik idealnya hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan masyarakat. Ia menekankan, pentingnya struktur organisasi yang kuat serta kaderisasi yang berkelanjutan.

"PKS Kota Bandung ingin menjadi partai yang kokoh bersama rakyat. Kokoh artinya kuat secara struktur dan kaderisasi, sekaligus teguh dalam membela kepentingan masyarakat. Musda ini adalah momentum memperbarui tekad kami untuk semakin melayani dan menghadirkan solusi nyata bagi warga Bandung," kata Mang Agan, Senin 8 September 2025.

Ia menjelaskan, PKS berkomitmen meningkatkan peran dalam pelayanan dan advokasi masyarakat. Baik melalui bantuan langsung, pendampingan maupun advokasi kebijakan publik. Menurutnya, keberadaan partai harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehari-hari.

"Kami akan memastikan kader hadir bukan hanya saat pemilu, tetapi setiap hari. Mulai dari membantu warga mengurus layanan sosial, mendampingi pencari kerja hingga menghadirkan solusi untuk masalah sehari-hari," ucapnya.

Mang Agan juga menyoroti tiga persoalan utama yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kota Bandung. Pertama adalah persoalan kemiskinan. 
Berdasarkan data hingga akhir 2024, terdapat 64.337 warga Bandung yang masuk kategori miskin atau setara 3,27 persen dari total penduduk.

Kedua, angka pengangguran yang masih tinggi. Per akhir 2024, jumlah pengangguran di Kota Bandung tercatat mencapai 100.300 orang atau setara 7,40 persen.

Ketiga, masalah pengelolaan sampah yang semakin kompleks. Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti pada 2023, memperparah situasi dengan beban sampah harian yang terus meningkat.

"Kami tidak ingin terjebak dalam wacana politik. PKS Kota Bandung siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menekan angka kemiskinan, menciptakan lapangan kerja baru dan membantu mencari solusi tuntas atas masalah sampah. Warga tidak boleh terus hidup dengan beban persoalan yang sama dari tahun ke tahun," ujar dia.

Pihaknya menambahkan, PKS Kota Bandung meneguhkan tekad untuk menjadi bagian dari solusi pembangunan kota yang berkelanjutan, adil dan berpihak kepada rakyat.

"Dengan semangat Kokoh Bersama Rakyat, PKS Kota Bandung akan berjuang mewujudkan Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis. Musda ini bukan hanya pergantian kepengurusan, tapi juga titik awal memperkuat peran PKS dalam memajukan kota tercinta," tandasnya. *


Editor : Ahmad Sayuti