PKS Jabar Dorong Reformasi Pelayanan Publik Berbasis Ketahanan Keluarga
DPW PKS Jawa Barat mendorong reformasi pelayanan publik berbasis ketahanan keluarga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - DPW PKS Jawa Barat mendorong reformasi pelayanan publik berbasis Ketahanan Keluarga.
Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Setiawan menuturkan, pembangunan daerah harus dimulai dari penguatan Ketahanan Keluarga sebagai inti dari struktur sosial. Ia menilai keluarga bukan hanya wadah pembinaan anak, tetapi pusat pembentukan nilai, karakter dan ketahanan masyarakat.
Sebab Ketahanan Keluarga adalah elemen paling mendasar dalam pembentukan kualitas masyarakat, mulai dari karakter warga hingga performa pelayanan publik. Penguatan Ketahanan Keluarga dinilai penting untuk menjawab kompleksitas sosial dan tantangan pembangunan saat ini.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Barat bertema “Kader Sehat, Pelayanan Meningkat” baru-baru ini.
Iwan menggambarkan konsep Rumah Keluarga Indonesia (RKI), sebagai pilar yang ingin diwujudkan PKS menjadi arena pembinaan pribadi-pribadi berdaya, berkomitmen dan berakar pada nilai pengabdian.
“Kita ingin membangun Rumah Keluarga Indonesia ruang berhimpunnya jiwa-jiwa SAKTI yang selalu menyala api jihad dalam dadanya. Jiwa yang berakar kuat, berjuang total, dan menggema-kan nilai rahmatan lil ‘alamin. Dari keluarga yang kuat, umat akan bergabung bersama kita menjadi jawara dunia akhirat,” ujar Iwan.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Siti Muntamah Oded yang menggarisbawahi ketahanan masyarakat sangat bergantung pada kekuatan keluarga. Ia menekankan, stabilitas sosial, kualitas pelayanan publik, dan lahirnya pemimpin berkualitas dimulai dari pembinaan keluarga yang sehat dan bahagia.
“Perbaikan masyarakat diawali dari keluarga. Jika keluarganya kuat dan bahagia, maka masyarakatnya akan ikut kuat dan bahagia. Keluarga yang kuat akan melahirkan pemimpin-pemimpin hebat,” ujarnya.
Siti juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi perempuan, mulai dari tekanan ekonomi hingga beban sosial yang berdampak pada dinamika keluarga. Ia menyebut perempuan memiliki posisi sentral dalam menjaga keseimbangan emosional dan stabilitas keluarga.
"Ketika perempuan kuat secara ilmu, motivasi, dan emosi, maka stabilitas keluarga akan terjaga, dan dari keluarga yang stabil itulah masyarakat tumbuh dengan kokoh," tegasnya.
Rakerwil 2025 menjadi momentum PKS Jabar untuk menegaskan arah kerja politik yang berpijak pada penguatan keluarga. Melalui peningkatan kapasitas kader dan fokus pada pelayanan publik, PKS menempatkan keluarga sebagai pondasi perubahan sosial yang berkelanjutan.***
Editor : JakaPermana

