Verifikasi Miskin Ekstrem, Dinsos Bogor Menemukan Penerima Bansos Memiliki Mobil Mitsubishi Xpander
Jumlah masyarakat Kabupaten Bogor yang mengalami kondisi miskin ekstrem disebut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terbanyak di negeri ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Jumlah masyarakat Kabupaten Bogor yang mengalami kondisi miskin ekstrem disebut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terbanyak di negeri ini.
Padahal, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Prabowo Subianto berdomisili di Bumi Tegar Beriman.
Namun, data masyarakat miskim ekstrem yang menyebutkan hal itu itu bisa benar dan tidak. Untuk itu, Dinas Sosial Kabupaten Bogor secara rutin dan berkala melakukan verifikasi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Ma'ruf mengatakan, dalam proses verifikasi masyarakat penerima bantuan sosial ternyata ada masyarakat yang kaya namun masuk ke dalam data penerima bansos.
"Karena terbukti tidak tepat sasaran, kami pun segera mencoret warga tersebut dalam daftar masyarakat miskin ekstrim dan bakal tidak lagi mendapatkan bantuan sosial berupa sembako. PKH, PBI dan KIP," kata Farid Ma'ruf kepada wartawan, Minggu 23 November 2025.
Farid Ma'ruf menuturkan, dari klarifikasi masyarakat miskin ekstrim yang dilakukan oleh jajarannya tersebut.
Warga Kecamatan Ciomas tersebut diketahui rumahnya terbilang luas, berkeramik, listriknya bukan 450 watt dan memiliki mobil Mitsubishi Xpander.
"Selain itu, sesuai syarat-syaratnya, dalam kurun waktu 1 tahun, masyarakat miskin ekstrim itu tidak bisa membeli baju, pernah dalam beberapa hari tidak bisa makan dan pengeluarannya dalam sebulan tidak lebih dari Rp600 ribu," tutur Farid Ma'ruf.
Ia menjelaskan, secara kuantitatif wajar penduduk Kabupaten Bogor disebut paling banyak miskin ekstrim, karena jumlah penduduknga juga terbanyak seIndonesia.
"Namun kalau dari segi atau secara presentase, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor hampir 7 persen dan mungkin secara presentase belum tentu yang paling besar jumlah masyarakat miskin ekstremnya," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani


