Erick Thohir Bantah Bahrain Minta Kendaraan Taktis di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jakarta

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menepis spekulasi bahwa timnas Bahrain meminta penggunaan kendaraan taktis (rantis) untuk transportasi selama laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 25 Maret mendatang.

Erick Thohir Bantah Bahrain Minta Kendaraan Taktis di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jakarta
Erick Thohir Bantah Bahrain Minta Kendaraan Taktis di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jakarta

INILAHKORAN, Bandung – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menepis spekulasi bahwa timnas Bahrain meminta penggunaan kendaraan taktis (rantis) untuk transportasi selama laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 25 Maret mendatang.

"Eeee… Belum terpikir sampai situ. Memang ada permintaan seperti itu. Saya belum dengar (soal permintaan penggunaan rantis oleh Bahrain),” ujar Erick Thohir dikutip dari ANTARA.

Erick juga menegaskan bahwa penyelenggaraan pertandingan internasional di Indonesia selalu mengikuti aturan ketat, baik dari PSSI maupun AFC (Asian Football Confederation). Menurutnya, AFC melihat Indonesia sebagai negara yang mampu menggelar pertandingan dengan aman dan tertib.

"Ya kembali kan semua ada aturannya. Saya rasa AFC sendiri sangat profesional, memang ada permintaan tapi kan AFC akhirnya melihat kita adalah negara yang baik. Sudah ada beberapa pertandingan, tidak ada masalah," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Erick menegaskan bahwa panitia penyelenggara siap menggelar dua laga penting dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, yakni melawan Bahrain pada 25 Maret dan China pada 5 Juni.

"Sudah siap. Kita seperti biasa alhamdulillah persiapan yang disiapkan oleh tim kami, Waketum, Sekjen, semua exco, dan semua jajaran pengurus. Memang kita sudah punya SOP dan konsep, tinggal kita terus perbaiki," katanya.

Ia juga menyoroti sistem penyelenggaraan pertandingan dan penjualan tiket yang semakin modern.

Erick mengklaim bahwa kebocoran tiket pada laga sebelumnya, seperti saat melawan Jepang dan Arab Saudi pada November 2023, sudah bisa ditekan hingga hanya 5 persen dari sebelumnya 17 persen.

"Kembali ini bukan bicara komersial, tapi kita bicara keselamatan karena ketika bocornya besar tentu bisa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," tambahnya.

Timnas Bahrain belakangan ini menjadi sorotan sebagai salah satu lawan yang cukup kontroversial bagi Indonesia.

Dalam pertemuan terakhir pada Oktober 2023 di Riffa, Bahrain, tim asuhan Shin Tae-yong harus puas dengan hasil imbang 2-2, di tengah berbagai keputusan wasit yang dinilai merugikan Indonesia.

Selain itu, Bahrain juga memiliki sejarah penggunaan kendaraan taktis di Indonesia. Pada 2011, setelah mengalahkan Indonesia 2-0 dalam laga Pra Piala Dunia 2014, timnas Bahrain dikawal dengan rantis menuju hotel tempat mereka menginap.

Namun, untuk pertandingan kali ini, Erick menegaskan bahwa tidak ada permintaan resmi terkait penggunaan kendaraan taktis dari tim Bahrain.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan